Destinasi wisata sejarah, budaya Tionghoa, dan religi.
3. Bukit Siguntang (Palembang)
-
Akses ± 15 menit dari pusat kota dengan kendaraan darat.
-
Potensi wisata religi dan edukatif sejarah Sriwijaya.
Baca Juga: Targetkan 7.000 Pelari, Garmin Run 2025 Kembali Digelar di ICE BSD
4. Curup Maung (Lahat)
-
Dari Palembang ke Lahat ± 6 jam (darat), lanjut ke lokasi 1 jam.
-
Wisata petualangan dan alam terbuka.
5. Geopark Merio (Empat Lawang)
-
± 6 jam dari Palembang, akses darat ke Tebing Tinggi.
-
Cocok untuk wisata geologi dan arung jeram.
6. Pagaralam
-
± 7–8 jam darat atau penerbangan lokal ke Bandara Atung Bungsu.
-
Wisata alam, perkebunan teh, dan budaya megalitikum.
7. Taman Nasional Sembilang (Banyuasin)
-
Akses kombinasi darat dan sungai ± 3–4 jam.
-
Wisata konservasi dan pengamatan burung migran.
Baca Juga: Wali Kota Dedy Wahyudi : Cukup Banyak ASN Ajukan Pindah Tugas ke Pemkot Bengkulu
Dukungan Penuh Pemprov Sumsel
Gubernur menyatakan bahwa Pemprov Sumsel siap memberikan dukungan penuh kepada ASITA, baik melalui regulasi yang ramah investasi, penyediaan infrastruktur pendukung wisata, maupun penguatan sumber daya manusia.
“Pariwisata bukan hanya soal destinasi, tapi juga soal pelayanan, narasi, dan kenyamanan. Di sinilah peran ASITA harus tampil, membawa perubahan nyata,” tegasnya.
Gubernur optimis bahwa dengan semangat kebersamaan dan sinergi yang kuat, Sumatera Selatan bisa menjadi destinasi wisata unggulan nasional dan regional, serta memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat luas.