Untuk mengantisipasinya menurut Tjandra Yoga, masyarakat harus mengantisipasi tikus berkeliaran di sekitar kita, dengan selalu menjaga kebersihan.
Hindari bermain air saat terjadi banjir, terutama jika mempunyai luka. Gunakan pelindung misalnya sepatu, bila terpaksa harus ke daerah banjir.
Baca Juga: Banjir Genangi RSUD Bekasi, Rendam Alat Kesehatan yang Butuh Sumber Listrik
Dan segera berobat ke sarana kesehatan bila sakit dengan gejala panas tiba-tiba, sakit kepala, dan menggigil.
Ketiga, peningkatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan peningkatan penyakit kulit, baik berupa infeksi, alergi atau bentuk lain.
Jika terjadi banjir, masalah utamanya adalah kebersihan yang tidak terjaga baik, dan juga daya tahan tubuh yang menurun. Belum lagi kalau ada tempat pengungsian sementara yang padat sehingga penularan ISPA dan penyakit kulit lebih mudah terjadi.
Keempat, penyakti cerna lain, misalnya demam tifoid dan lain-lain. Hal ini harus diantisipasi tentang kemungkinan peningkatan kasus demam dengue, atau yang dikenal dengan DBD.
Baca Juga: Jakarta Siaga 2, Gubernur DKI Pramono Anung Soroti Sampah yang Menumpuk di Pintu Air Manggarai
Menurut Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Mantan Kabalitbangkes ini masyarakat harus selalu menjaga kebersihan dengan menutup genangan air yang menjadi perindukan nyamuk.
Kelima, perlu diantisipasi perburukan penyakit kronik yang mungkin memang sudah diderita.
Hal ini terjadi karena penurunan daya tahan tubuh akibat musim hujan berkepanjangan, apalagi bila banjir terjadi sampai berhari-hari.
Untuk itu masyarakat diimbau agar berkonsultasi pada petugas kesehatan tentang penyakit kronik yang memang sudah lama diderita. Jangan lupa mengonsumsi obat rutin untuk mengendalikan penyakit kronik, dan selalu menjaga daya tahan tubuh. *