Belasan Ternak Sapi di Rejang Lebog Terjangkit PMK

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Rabu, 19 Februari 2025 | 11:55 WIB
Seorang dokter hewan tengah melakukan pemeriksaan hewan guna memastikan aman dari penyakit mulut dan kuku (PMK).(Foto/Ist)
Seorang dokter hewan tengah melakukan pemeriksaan hewan guna memastikan aman dari penyakit mulut dan kuku (PMK).(Foto/Ist)

Curup, SUARAPEMBARUAN-Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menemukan sebanyak 12 ekor ternak sapi milik masyarakat di daerah ini terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kepala Bidang Peternakan Distankan Rejang Lebong, Wenyy Haryanti, Rabu (19/2/2025) membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, saat ini sudah ada 12 ekor ternak sapi milik warga dinyatakan positif terjangkit PMK.

Selain itu, sebanyak 43 ekor sapi masih dinyatakan statusnya suspek. "Untuk memastikannya hewan tersebut terpapar positif PMK masih perlu dilakukan pemeriksaan secara intensif," ujarnya.

Baca Juga: Polresta Bengkulu Tahan 2 Orang Terduga Kasus Penipuan Puluhan Mahasiswa dan Dosen Unihaz

Ternak warga di Rejang Lebong yang terjangkit PMK maupun yang baru berstatus suspek tersebut, katanya diduga berasal dari daerah lain di Provinsi Bengkulu, yang sudah lebih dulu terjangkit wabah PMK.

Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan pihaknya, kata Wenny menambahkan, diketahui hewan ternak yang terinfeksi PMK tersebut berasal dari Kabupaten Seluma.

"Hewan ternak yang terinfeksi PMK ini berada di sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Curup Tengah dan Curup Timur, di antaranya berada di Kelurahan Talang Rimbo Lama. Kemudian di Desa Air Merah, Kelurahan Air Bang, Kelurahan Talang Ulu serta Desa Kesambe Lama," terangnya.

Baca Juga: Wali Kota Bengkulu Terpilih Larang Pejabat Pemkot Hadiri Pelantikan Kepala Daerah

Untuk mencegah meluasnya penyebaran PMK baik pada ternak sapi maupun kerbau di wilayah itu, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap ternak yang dinyatakan suspek dan terinfeksi, di mana ternak-ternak ini telah diberikan penanganan serta dilakukan karantina.

Ia mengimbau para peternak yang membeli ternak dari luar daerah agar terlebih dahulu dilakukan karantina, dan dilarang langsung dicampurkan dengan ternak lainnya karena berpotensi menularkan penyakit PMK.

Ternak yang terjangkit PMK dagingnya masih aman untuk dikonsumsi. Namun, untuk bagian jeroan, mulut serta kaki tidak boleh dikonsumsi.

Baca Juga: SPMB SMK Gratis Dibuka, Pemprov Jateng Sediakan 652 Kuota untuk Siswa Miskin

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, Sapawi mengatakan, untuk mengatasi wabah PMK di daerah ini pihaknya mendapat bantuan vaksin dari Kementan ratusan ribu dosis.

Vaskin tersebut segera disalurkan ke kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu, yang membutuhkan vaksin tersebut guna mengatasi wabah PMK di daerah bersangkutan.

Halaman:

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB
X