SUARA PEMBARUAN - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menyiapkan spektrum frekuensi radio 80 MHz di pita frekuensi 1,4 GHz untuk mendukung penyediaan layanan internet murah.Baca Juga: Pelukan Hangat Prabowo Lepas Kepulangan Erdogan
Frekuensi ini akan dialokasikan untuk Broadband Wireless Access (BWA) dan kabarnya akan segera dilelang dalam waktu dekat.
Frekuensi tersebut akan dimanfaatkan untuk layanan internet rumah, serta mendukung sektor pendidikan dan kesehatan.Baca Juga: Lantik 178 Pejabat Pemkab Gowa, Adnan Sedih Akan Meninggalkan Mereka
Terkait dengan klaim internet murah, Dirjen Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni, menjelaskan bahwa kebijakan ini didasarkan pada hasil kajian yang telah dilakukan.
"Ya, karena ini kan apa ya sebagai akses ya kelihatannya dari teknologi yang menurut ITU ini benar-benar bisa memberikan aspek yang murah kepada masyarakat. Itu dari kajian sih," ujar Wayan saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, dikutip Senin 10 Februari 2025.
Pemerintah menargetkan agar frekuensi ini dapat menyediakan akses internet murah dan cepat.Baca Juga: Pj. Gubernur Gorontalo Bersama Pertamina Tinjau Ketersediaan LPG 3 Kg Menjelang Ramadan 1446 H
Standar kecepatan layanan internet bagi penyedia BWA ditetapkan pada 100 Mbps dengan harga berkisar antara Rp100.000 hingga Rp150.000.
"Kalau tarif Rp100 ribu sampai Rp150 ribu lah harapan kami. Jadi ingat ini bukan untuk seluler. Jadi sebenarnya kalau mereka akan membangun di sini, dia harus bawa fiber optik dulu, lalu dia naikkan [pancarkan] ke rumah-rumah lewat akses internet," kata Wayan.Baca Juga: Pj. Gubernur Gorontalo Bersama Pertamina Tinjau Ketersediaan LPG 3 Kg Menjelang Ramadan 1446 H
Ia menegaskan bahwa solusi terbaik untuk menghadirkan internet murah adalah dengan melelang frekuensi 1,4 GHz, yang diharapkan dapat berlangsung pada pekan ketiga Februari 2025.
"Kalau peraturan menterinya bisa segera sesuai jadwal, kemungkinan minggu ketiga Februari," lanjutnya.
Pemerintah juga akan mengundang semua perusahaan yang memiliki izin jaringan tetap Packet Switched untuk berpartisipasi dalam lelang ini.
"Nanti operator yang memiliki izin itu kami akan undang," jelas Wayan.Baca Juga: Pastikan Warga Miskin Masuk DTKS, Dinsos Kota Bengkulu Sasar Pemulung dan Disabiltas
"Khusus untuk jartap (jaringan tetap) block packet switch, bukan untuk seluler ya. Seluler nanti diberikan lagi," imbuhnya.
Dari konsep yang ada saat ini, spektrum 80 MHz ini akan dibagi menjadi tiga blok wilayah, sehingga kemungkinan besar akan ada tiga pemenang lelang.
Artikel Terkait
Pemprov Bengkulu Dorong Peningkatan Jaringan Internet di Pulau Enggano
599 Desa Se-Jateng Tersalur Internet
Tingkatkan Akses Internet Desa, Dinas Kominfotik Bengkulu Studi Tiru ke Sumsel
Pembayaran Elektronik Hingga Internet Desa, Inovasi Jateng untuk Efektifkan Pelayanan Publik
Menuju Kesetaraan Regulasi Penyiaran Berbasis Internet dan Konvensional