Semarang, SUARA PEMBARUAN - Saiful Adhinata Putra, seorang pemuda dengan latar belakang keluarga sederhana, adalah potret semangat juang yang tidak mudah padam.Baca Juga: “Sebening Senja” Letto ungkap eksplorasi perjalanan menemukan cinta
Lahir dari keluarga yang berpenghasilan terbatas—ayahnya kini seorang pengemudi ojek online
dan ibunya seorang perawat, Saiful tumbuh dengan kesadaran bahwa pendidikan dan kerja keras adalah kunci untuk meraih kehidupan yang lebih baik.
Saiful menempuh pendidikan S1 di bidang Akuntansi di Universitas Islam Sultan Agung
(Unissula) sejak 2019. Awalnya ia kuliah di kelas pagi, namun seiring dengan kebutuhan untuk bekerja, ia pindah ke kelas sore.
Selama dua tahun, ia bekerja sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan sekuritas. Bahkan di tengah kesibukannya, ia masih menyambi menjadi pengemudi ojek online untuk membantu
biaya kuliah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.Baca Juga: Ratusan Wartawan PWI Siap Mengikuti HPN Riau 2025
Hidup Saiful penuh tantangan. Ia harus membiayai kuliahnya sendiri sekaligus mencicil motor yang ia gunakan untuk bekerja.
Namun, semangatnya tak pernah pudar. Ia bahkan memutuskan untuk berhenti bekerja dan membuka usaha kecil bersama temannya sembari mempersiapkan diri mengikuti seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN).
Kejaksaan menjadi impian besar Saiful. Inspirasi itu datang setelah ia berbincang dengan seorang teman yang sudah lebih dulu diterima di institusi tersebut.
Cerita tentang lingkungan kerja yang positif dan jenjang karir yang menjanjikan menggugah keyakinannya, meski pada awalnya ia merasa pesimis mengingat ketatnya seleksi dan rumor tentang oknum-oknum tak bertanggung jawab yang memperjualbelikan peluang.Baca Juga: Sidang MK Perkara Pilgub Sulsel: Tuduhan Paslon Danny-Azhar Tak Berdasar, Kuasa Hukum Andalan Hati Paparkan Data Konkrit
Demi mengejar mimpi itu, Saiful tidak hanya mengandalkan usahanya sendiri, tetapi juga dukungan dari ayahnya. Ayahnya rela ikut membiayai les persiapan CPNS, meski kondisi finansial keluarga tidak sepenuhnya stabil.
Bagi Saiful, keberhasilan dalam seleksi CPNS ini adalah caranya untuk membanggakan orang tuanya, terutama sang ayah yang telah banyak berkorban demi dirinya. Baca Juga: Transisi Kepemimpinan Damai dan Berkelanjutan di Gowa Patut Ditiru
Dalam perjalanannya, Saiful menghadapi tekanan yang besar, baik dari segi finansial maupun sosial.
Pendapatan yang berkurang setelah resign menjadi salah satu tantangan terberat. Namun, ia tetap
teguh pada visinya: beradaptasi di lingkungan baru, mempelajari bidang yang digelutinya, dan terus mengembangkan kemampuan.
Saiful percaya bahwa perjuangan ini tidak hanya untuk dirinya sendiri. Ia ingin membuktikan bahwa latar belakang keluarga sederhana bukanlah halangan untuk meraih cita-cita.Baca Juga: KTNA PUT dan Biduriang, Rejang Lebong Gelar Zabar Kuliter Serba Durian
Artikel Terkait
Pasca OTT KPK, Mendagri Dijadwalkan Kunjungi Bengkulu Untuk Berikan Pencerahan ASN
Sejumlah ASN Lingkup Pemprov Bengkulu Ikuti Edukasi Keuangan
Pemkab Kaur Masih Anggarkan Gaji Honorer Non ASN di APBD 2025
Danrem 041 Gamas Bengkulu Lepas Anggota TNI dan ASN Masuki Purna Tugas
Gowa Akomodir 4.284 Tenaga Non ASN