Surabaya, SUARA PEMBARUAN – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Timur, merupakan tulang punggung pendapatan bagi provinsi ini. Hingga Oktober 2024, perolehan penerimaan Rp 15,7 triliun atau 90,99 persen dari target APBD yang ditetapkan sebesar Rp 17,2 triliun.
"Tinggal Rp 2 Triliun lagi. Dalam waktu dua bulan saya yakin akan lebih dari target. Belum pernah Bapenda kurang dari target 100 persen," kata Penjabat Gubernur Adhy Karyono, pada Malam Resepsi Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Bapenda Jatim yang digelar di kantornya, di Surabaya, Sabtu (2/11/2024) malam.
Ia, mengapresiasi berbagai upaya transformasi teknologi yang dilakukan Bapenda Jatim. Dimulai dari mesin besar di masa lampau, kemudian beralih ke mesin ATM hingga pembayaran digital melalui QRIS yang saat ini berkolaborasi dengan Bank Jatim.
"Yang terpenting juga apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat wajib pajak di Jawa Timur yang telah melaksanakan pajak sesuai dengan ketentuan," imbuhnya.
Di sisi lain, terkait Undang-Undang Nomor 1 tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD), Adhy mengaku tetap optimis akan potensi pendapatan melalui sektor pajak yang lain.
Pemprov Jatim disebutnya akan mendapatkan pungutan dari jenis pajak baru, yaitu Pajak Alat Berat (PAB) dan Opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Pemprov berhak atas 25 persen dari pajak terutang untuk sektor MBLB yang sebelumnya dipungut oleh Pemkab/Pemkot.
"Walaupun terkesan sedih karena adanya potensi kehilangan Rp 4,1 Triliun, saya kira kita akan optimalkan dari sektor dan pajak lain. Inilah yang jadi tantangan tersendiri untuk kita bersama dalam mencari sumber pendapatan yang lain," jelasnya. (SPnews/TK)
Artikel Terkait
Kunjungan Wisatawan Manca Negara ke Jatim Naik 77,3%
Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Jatim Turun 33,2 %, dan 31,7%
Pj Sekda Jatim: Metode Gasing Akan Tingkatkan Kemampuan Berhitung