Puluhan Gangster di Semarang Sepakat Bubarkan Diri, Polisi: Yang Belum Bubar Segera Bubarkan Diri!

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 2 Oktober 2024 | 10:16 WIB
Kelompok gangster Semarang yang disebut dengan istilah Kreak, ramai-ramai sepakat membubarkan diri
Kelompok gangster Semarang yang disebut dengan istilah Kreak, ramai-ramai sepakat membubarkan diri

 


Semarang, SUARA PEMBARUAN - Puluhan gangster yang kerap melakukan aksi tawuran di Semarang sepakat membubarkan diri.


Pembubaran diri ditandai dengan pembacaan deklarasi pembubaran diri yang turut diikuti oleh seluruh anggota gangster.


Kemudian mereka menyerahkan seluruh atribut kelompok mereka kepada pihak kepolisian dan menandatangani naskah deklarasi yang baru saja mereka ucapkan.

Baca Juga: Yoyok-Joss Belanja Masalah Dari Para Guru Ngaji di Badko LPQ Semarang
Deklarasi pembubaran itu dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar di Aula Lantai 3 Mapolrestabes Semarang, Selasa, (1/10).


Deklarasi Pembubaran Diri Gangster Kota Semarang turut dihadiri oleh Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Artanto, sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kota Semarang juga hadir menjadi saksi atas bubarnya kelompok yang sering meresahkan warga Kota Semarang itu.


Dalam deklarasinya itu, para anggota gangster dan ketuanya tersebut berjanji tidak akan tawuran lagi dan tidak membuat resah warga masyarakat.

Baca Juga: Solusi Cegah Fenomena Kreak Jadi Program Agustin-Iswar
Mereka juga meminta maaf kepada warga Kota Semarang atas dampak negatif dari perbuatan yang telah mereka lakukan.


Kapolrestabes menyebut fenomena gangster di Kota Semarang merupakan bentuk kenakalan remaja yang menimbulkan keresahan di masyarakat.


Namun, perbuatan itu sudah mengarah ke tindakan kriminal dengan membawa sajam serta menimbulkan banyak korban. Hal ini membuat petugas harus mengambil tindakan tegas dengan mengambil langkah hukum.

Baca Juga: Harga BBM Jenis Pertamax Series dan Dex Series Turun per 1 Oktober
“Mereka sudah mengarah ke tindakan kriminal membawa sajam bahkan melakukan tawuran menimbulkan kerugian nyawa luka. Hal itu adalah efek daripada fenomena gengster di Kota Semarang. Yang pasti gangster kemudian memunculkan peristiwa yang memaksa para penegak hukum untuk melakukan upaya penindakan,” ungkap Kapolrestabes.


Kapolrestabes berharap peran keluarga dan lingkungan sekolah bisa melakukan pembinaan terhadap para anaknya dalam rangka mencegah dan terulangnya peristiwa yang meresahkan tersebut.

Baca Juga: 18 Merek Kendaraan Bermotor Ramaikan GIIAS Semarang 2024
“Kami berharap, peran keseluruhan untuk melakukan pembinaan melakukan pencegahan jangan sampai kemudian peristiwa yang akhir ini fenomena terbentuknya gangster di Semarang berbagai namanya itu tidak muncul kembali,” tegasnya.

 

Meski telah dibubarkan, pihaknya akan terus memantau gangster-gangster yang telah menyatakan membubarkan diri tersebut.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB
X