Semarang, SUARA PEMBARUAN – Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mengungkapkan harapannya agar para Duta Generasi Berencana (Genre) dapat menjalin kolaborasi erat dengan Pemerintah Kota Semarang untuk mendukung berbagai program pemerintah, terutama dalam mengatasi pernikahan dini dan penanganan stunting.
Hal ini disampaikan Mbak Ita, sapaan akrabnya, saat menghadiri Grand Final Duta Genre yang digelar di Taman Indonesia Kaya, Semarang, pada Sabtu malam (15/9).
Dirinya menegaskan pentingnya peran Duta Genre dalam menyebarkan "virus kebaikan" di kalangan remaja. "Mereka dapat membantu pemerintah kota dan masyarakat dengan menularkan semangat untuk menghindari pernikahan dini serta turut serta dalam penanganan stunting di kota Semarang," ujarnya.
Mbak Ita menyoroti pentingnya bonus demografi saat ini, di mana jumlah usia produktif, termasuk remaja, semakin besar. Menurutnya, hal ini menjadi peluang bagi para Duta Genre untuk berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada teman-teman sebaya mereka tentang pentingnya merencanakan masa depan. "Mereka bisa memberikan pencerahan dan edukasi kepada sesama remaja terkait pentingnya menjadi generasi yang produktif dan berencana," tambahnya.
Pihaknya juga menekankan bahwa program-program pemerintah, seperti penanganan stunting, tidak dapat berjalan sendiri tanpa keterlibatan masyarakat, terutama para remaja. "Kita membutuhkan dukungan dari para Duta Genre untuk terus mengedukasi remaja mengenai pentingnya kesehatan mental, bijak dalam bermedia digital, serta mampu menghadapi berbagai tantangan masa depan," terangnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Agustina Wilujeng, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyatakan bahwa program Genre memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang berencana. "Genre menjadi titik penggerak generasi, saya yakin di ujung pemilihan Genre ini yang tidak menang pun akan tetap menjadi generasi berencana," ungkap Agustina. Hal tersebut menurutnya karena Disdalduk akan terus mengawal para finalis genre di kecamatan untuk menjadi duta generasi berencana hingga tingkat RT / RW.
Sebanyak 15 peserta berlaga di babak final dengan tema “Generasi Positif; Sehat Mental, Bijak Digital & Tangguh Hadapi Tantangan.” Dengan rangkaian kegiatan Genre ini, diharapkan mampu membentuk generasi muda di Kota Semarang yang lebih siap menghadapi tantangan global, sekaligus menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.*
Artikel Terkait
Antisipasi Stunting, Polres Kaur Kembangkan Ayam Petelur di Kampung KB
Peserta KB Hormonal Disarankan Segera Beralih ke Alat Kontrasepsi Lain
Peserta KB Aktif di Provinsi Bengkulu 253.141 Akseptor
29.529 Pasangan Usia Subur di Bengkulu Tidak Ikut Program KB
8,9 Persen Pasangan Usia Subur di Bengkulu Belum Ikut Program KB
Penyuluh KB Harus Miliki Pengetahuan tentang Bahaya Stuntung