Antisipasi Stunting, Polres Kaur Kembangkan Ayam Petelur di Kampung KB

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Minggu, 31 Maret 2024 | 17:03 WIB
Kepala BKKBN Bengkulu, Zamhari saat bersilaturahmi dengan Kapolres Kaur AKBP Eko Budiman terkait penurunan kasus stunting di daerah ini.(Foto/Ist)
Kepala BKKBN Bengkulu, Zamhari saat bersilaturahmi dengan Kapolres Kaur AKBP Eko Budiman terkait penurunan kasus stunting di daerah ini.(Foto/Ist)

Bengkulu,suarapembaruan.news- Untuk mengantisipasi kasus stunting di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, Kepolisian Resor setempat mengembangkan ayam petelur jenis Elba di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) di Desa Cahaya Batin, Kecamatan Semindang Gumay.

"Polres Kaur siap mengambil peran bersama instansi terkait untuk melakukan kegiatan dilapangan dalam rangka menurunkan kasus stunting di kabupaten ini," kata Kapolres Kaur, AKBP Eko Budiman usia menerima kunker Kepala BKKBN Bengkulu, Zamhari.

Ia mengatakan, untuk menakan kasus stunting di daerah ini, telah dilakukan kegiatan keroyokan bersama dengan menyalurkan bantuan kepada pemerintah desa melalui BUMD berupa sebanyak 25 ekor ayam petelur dan satu unut mesin tetas.

Baca Juga: BKKBN Bengkulu Fokus Lakukan Intervensi terhadap 79.000 Keluarga Berisiko Stunting

Bantuan alat ini diberikan agar usaha ayam petelur yang dikembangkan di desa Kampung KB dapat berkesinambungan, sehingga menjadi andalan bagi program pemberian makanan tambahan pangan (PMT) lokal kepada warga yang berisiko stunting.

Dijelaskan Kapolres Kaur, BKKBN memiliki desa binaan desa kampung KB dapat digandengkan dengan program pengembangan ayam Elba. Program ini sangat efektif dalam mengentaskan kemiskinan dan penurunan stunting.

Telur ayam Elba selain memiliki kandungan gizi tinggi juga ayam Arab tersebut memiliki keunggulan semua sifat yang ada pada ayam buras, seperti tahan penyakit, konsumsi ransum yang rendah, serta mudah dipelihara dan tidak mempunyai sifat mengeram, sehingga cocok untuk petelur, tambah Kapolres.

Baca Juga: BKKBN Harap Program Bapak Asuh Anak Stunting Paulus Waterpauw Dilanjutkan

Pengembangan ayam Elba, katanya dapat tepat sasaran jika dibudidayakan di wilayah lokus stunting. Karena itu, pihaknya membutuhkan petah stunting agar progam dapat dilaksanakan tepat sasaran, sehingga kasus tubuh kerdil alias stunting dapat diatasi.

AKBP Eko Budiman menanbahkan, strategi mengembangkan progam tersebut perlu adanya perhatian serius dari pemerintahan desa melalui BUMDes dan tentunya dukungan anggaran dana desa untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari mengatakan, pihaknya memiliki peta untuk mengintervensi stunting. Seperti terdapatnya data tentang jumlah keluarga berisiko stunting di Bengkulu dan kampung KB.

Baca Juga: Wujudkan Generasi Bebas Stunting, Pemkab Rejang Lebong Wajibkan Catin Miliki Sertifikat ElsimilDari 195 desa dan kelurahan di Kabupaten Kaur, sebanyak 87 desa merupakan kampung KB, dan sebanyak 6.907 keluarga berisiko terpapar stunting.

Untuk mengatasi masalah ini, kata Zamhar perlu dilakukan kolaborasi dan keroyokan bermana Polres Kaur guna mencegah munculnya kasus stunting di Kabupaten Kaur ke depan.(*)

 

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB
X