Bahlil "Seng Ada Lawan" di Munas Golkar

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Rabu, 21 Agustus 2024 | 19:06 WIB
Bambang Soesatyo, Ketua Penyelenggara Munas XI Partai Golkar, Aburizal Bakrie Dewan Pembina Golkar, Bahlil Lahadalia dan Aksa Mahmud. (Ist)
Bambang Soesatyo, Ketua Penyelenggara Munas XI Partai Golkar, Aburizal Bakrie Dewan Pembina Golkar, Bahlil Lahadalia dan Aksa Mahmud. (Ist)

Catatan M Kiblat Said :
Wartawan Suara Pembaruan.news Jkt

Partai Golongan Karya (Golkar) kembali memperlihatkan drama demokrasi yang cantik dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-XI Partai Golkar, Selasa (20/8/2024) malam, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat. Bahlil Lahadalia, putra berdarah Buton itu secara aklamasi mendapat mandat untuk memimpin Partai Golkar.

Munas partai 'Beringin' kali ini tidak ada pemilihan ketua umum (ketm) karena hanya ada calon tunggal. "Bahlil langsung ditetapkan sebagai Ketum Golkar mengingat hanya ada satu calon yang diajukan,” kata Bambang Soesatyo (Bamsot), Ketua Penyelenggara Munas XI Partai Golkar.

Menurut jadwal rundown Munas Golkar 2024, pemilihan Ketum Golkar yang baru sebenarnya baru akan diselenggarakan pada Rabu (21/8/2024). Namun, karena hanya ada satu calon, proses penetapan Bahlil dipercepat, sekalian dilantik dan Munas ditutup.

Sebelumnya memang sempat ada bakal kader saingannya, Ridwan Hisjam yang juga turut mendaftar sebagai calon ketum, namun Ridwan dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Akhirnya, Bahlil pun benar-benar "Seng Ada Lawan," dia muncul sebagai calon tunggal Ketua Umum Partai Golkar 2024-2029 dalam Munas ke-XI.

Tak seperti biasanya, pemilihan pemimpin di partai berjuta kader itu kadang ada riak atau insiden untuk mempertahankan jagoannya.

Ternyata, kali ini semua adem dan kelihatan bijaksana, bak peserta orkestra musik symphony yang patuh kepada conductornya.

Apakah ini merupakan bagian dari skenario yang berhubungan dengan mundurnya Airlangga Hartarto secara mendadak dari Ketua Umum Golkar ?

Bukankah di tangan Airlangga Hartarto Golkar sukses memenangkan calon Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo-Gibran, sukses mendongkrak suara partai, sukses mengantar kadernya merebut kursi legislatif di DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

Jusuf Kalla yang mantan Ketua Umum Golkar mengatakan, tidak mungkin pimpinan partai yang berprestasi mundur karena desakan internal partainya. Jika ada desakan, tentu hanya bisa dilakukan oleh kekuatan yang lebih di atas.

Golkar ini merupakan partai yang paling dewasa di tanah air, mantan kadernya banyak menduduki posisi penting di partai-partai lainnya.

Paduan Suara di Munas

Munas ke - XI Partai Golkar adalah Munas dengan prosesi tersingkat, para peserta hadir, setuju, lantik dan bubar. Karena calonnya cuma satu, maka secara aklamasi sontak terdengar setuju, seperti paduan suara.

Halaman:

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X