Petasol tersebut merupakan BBM hasil olahan sampah plastik yang melalui Teknologi Faspol 5.0 mesin fast pyrolosis. Harapannya, bahan bakar ini bisa digunakan para nelayan sebagai bahan bakar pengganti solar.
Baca Juga: Anggota Paskibraka Provinsi Bengkulu Tahun 2023 Dibubarkan
"Nantinya, kami implementasikan BBM solar hasil riset dari BRIN, sehingga nanti masyarakat juga akan terbantu. Petasol ramah lingkungan dari sampah plastik yang diolah menjadi bahan bakar minyak untuk kapal nelayan," kata Mbak Ita.
Sementara itu, Ketua panitia sedekah laut, Suwartono mengatakan, kegiatan ini memang sempat berhenti selama empat tahun karena pandemi.
"Alhamdulillah bisa berjalan lagi, meskipun hasil swadaya masyarakat dan nelayan. Tahun sebelumnya hanya sekadar selametan saja. Ini merupakan bentuk nguri-uri budaya," kata Suwartono.
Baca Juga: Pastikan Pelayanan Baik, Gubernur Rohidin Kunjungi RSU Hasanudin Damrah Bengkulu Selatan
Dalam proses sedekah laut, kepala kerbau dilarung bersama sesaji dan makanan tradisional. Sebelumnya juga telah dilakukan doa bersama oleh para nelayan dan masyarakat Tambaklorok.
"Ada 500 perahu yang ikut. Harapannya kami semua khususnya nelayan bisa mendapatkan tangkapan yang berlimpah di laut, mudah-mudahan tidak ada halangan apapun," imbuhnya.
Suwartono berharap kegiatan Sedekah Laut Larung Sesaji ini bisa menjadi agenda rutin Pemerintah Kota Semarang, sehingga bisa dianggarkan dalam APBD.*
Artikel Terkait
Nelayan Tegal Sulit Urus Izin Melaut, Ganjar Langsung Telepon Menteri KKP
52 Kapal Nelayan di Pelabuhan Jongor Tegal Terbakar, Ganjar: Jika Tak Diasuransikan, Kita Kasih Bantuan
Respon Pengaduan Nelayan, Pemprov Jateng Kawal Perizinan Penangkapan Ikan
Nelayan Bengkulu Diharapkan Berkontribusi Atas Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Beri Kuliah Umum Menteri KKP Jabarkan Keunggulan Kampung Nelayan Modern dan Data Karbon Biru