KPK Ajak Masyarakat Cegah Korupsi Dengan Kearifan Lokal

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Sabtu, 1 Juni 2024 | 20:17 WIB
Rektor UIN Prof Mujiburrahman, Kadis Kominfo Aceh Marwan Nusuf, Kepala Inspektorat Aceh Jamaluddin, Perwakilan KPK dan sejumlah guru besar dan wakil dari kampus UIN Syiahkuala, latar belakang  peserta
Rektor UIN Prof Mujiburrahman, Kadis Kominfo Aceh Marwan Nusuf, Kepala Inspektorat Aceh Jamaluddin, Perwakilan KPK dan sejumlah guru besar dan wakil dari kampus UIN Syiahkuala, latar belakang peserta

Movie Day ACFFEST di Aceh

BANDA ACEH-Suarapembaruan.news. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutar film Movie Day di Audotorium Ali Hasyimy, Universitas Islam Negeri (UIN) Banda Aceh, Jumat (31/5) dilanjutkan dengan diskusi, melibatkan pelajar, mahasiswa, media, dan komunitas film.

Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Medio Venda, mengatakan bahwa KPK secara khusus membawa tema untuk Movie Day di Kota Banda Aceh, yaitu “Keberagaman dan Peran Pemuda dalam Pemberantasan Korupsi”.

“Kita membawa tema ini juga tidak terlepas dari Aceh yangg terkenal dengan budaya Islam yang cukup kuat, namun kita sadari bahwa ternyata ada keberagaman juga di Aceh, mulai dari keberagaman agama, keberagaman etnis, keberagaman latar belakang, dan sebagainya,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberagaman yang ada di sekitar kita menjadikan rasa saling menghargai antar sesama menjadi sangat penting. Sehingga tidak ada diskriminasi dan ketidakadilan tidak boleh terjadi lagi. Oleh karena itu, Medio berharap dengan adanya isu ini pemuda sebagai dapat kritis untuk menyuarakan isu tersebut lewat cara kreatif seperti pembuatan film.

Satu Dekade ACFFEST

Dikatakan bahwa, Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) saat ini sudah berjalan satu dekade menunjukkan bahwa film adalah salah media edukasi yang sangat efektif. “Sampai saat ini ACFFEST ada selama 10 tahun, karena kita melihat minat yang semakin tinggi. Bisa dilihat dari submission yang pernah mencapai 600 ide, bahkan di tahun 2023 mencapai 900. Antusiasme dalam insersi pendidikan masih tinggi,” lanjutnya.

ACFFEST merupakan ajang kreasi, eksibisi, dan forum diskusi yang digagas dan dikelola oleh Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK dengan tema “1 Dekade Berkarya : Berantas Korupsi Lewat Seni”. ACFFEST pertama kali digelar pada tahun 2013, tahun ini merupakan 1 Dekade ACFFEST dilaksanakan dan masih mengusung harapan yang sama: mengajak anak muda untuk ikut berpartisipasi aktif dan kritis dengan menuangkan ide dalam bentuk audio visual sebagai kontribusi dalam mengkampanyekan nilai-nilai antikorupsi.

KPK di tahun 2024 ini ingin mengajak lebih banyak sineas lokal khususnya pemuda di Aceh untuk berpartisipasi dalam menyebarkan nilai-nilai antikorupsi lewat karya film di ajang ACFFEST 2024. Menurutnya, kegiatan ini juga bisa menjadi kesempatan baik untuk mengedukasi masyarakat luas mengenai bahaya korupsi dan menyisipkan pesan berisi penanaman nilai antikorupsi.

“Melalui kompetisi ini, kita berharap agar peserta tidak hanya menonjolkan nilai-nilai antikorupsinya saja. Dari isu-isu sosial yang diangkat, harapannya dapat disisipkan nilai-nilai kearifan lokal, sehingga budaya lokalnya sendiri dapat dikenal secara luas,” tambah Medio.

Selain penyajian film, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi yang menghadirkan Sutradara Film Noktah Merah Perkawinan, Terlalu Tampan, Culas, Love For Sale, Eggnoid: Cinta & Portal Waktu, Sabrina Kalangie. Dalam kesempatan ini, Sabrina memotivasi peserta, dimana jika memang ada semangat untuk membuat film maka cobalah untuk melakukan hal tersebut.

“ACFFEST ini memuat nilai antikorupsi. Dari sembilan nilai antikorupsi, dapat pilih salah satu nilai lalu diangkat menjadi ide cerita. Intinya kalau punya ide jangan takut untuk mencoba submit. Justru disitu bisa melihat apa yg penting bagi kita, tapi orang lain belum tahu. Itu bisa jadi gebrakan untuk orang yang menonton hasil ide kalian. Dampaknya luas, jadi jangan ragu,” kata Sabrina.

Sabrina juga memberikan tips bagi para pemuda yang tertarik untuk mengikuti ACFFEST. Menurutnya dalam membuat film tidak harus dengan kru yang banyak, pilih kru yang memiliki satu visi. Sedangkan untuk teknis pembuatan film , Sabrina menyarankan agar dapat belajar secara online atau melihat video behind the scenes yang sering dibagikan melalui media sosial.

Selain Sabrina, hadir Erlina Marlinda, Karakter Utama Film Dokumenter Terbaik ACFFEST 2022 berjudul "Elin". Ia menyampaikan pengalamannya saat proses pembuatan film, aktivitas hariannya dan berbicara mengenai isu rekan-rekan marginal yang lantang menyuarakan tentang "penyamaan dan pengakuan" di tengah keterbatasan yang dimiliki.

Halaman:

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB
X