Banjir bandang dan lahar dingin dari gunung merapi di Sumbar mengakibatkan musibah besar di tiga wilayah.
Padang, SuaraPembaruan.News - Kita semua patut berduka dengan kabar terjadinya banir bandang di Sumatera Barat, yang mengakibatkan hampir 33 korban.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah menyebut musibah banjir bandang yang melanda 3 daerah di Sumbar pada Sabtu malam (11/5), telah mengakibatkan 37 orang menjadi korban. Sebanyak 15 orang di antaranya meninggal dunia dan 16 orang lainnya luka-luka dan 4 orang lainnya masih diidentifikasi.
Ia menegaskan, data tersebut masih bersifat sementara berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar dan Rumah Sakit Ahmad Muchtar (RSAM) Bukitinggi. Gubernur juga menyampaikan ucapan duka citanya kepada seluruh keluarga korban yang terdampak bencana.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah, kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga para korban. Semoga, korban meninggal mendapat terbaik di sisi Allah SWT dan yang masih dalam perawatan bisa segera pulih,” ucap Gubernur Mahyeldi di Padang Panjang, Minggu (12/5/2024).
Mahyeldi mengatakan, duka ini bukan hanya duka keluarga para korban tapi juga merupakan segenap masyarakat Sumbar. Ia berharap, musibah yang silih berganti melanda Sumbar ini bisa segera berakhir dan dampak fisik yang ditimbulkan bisa segera mendapat solusi.
Baca Juga: BMKG: Curah Hujan Tinggi, Warga Bengkulu Diminta Waspadai Ancaman Banjir dan Longsor
Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Direktur RSAM Bukittinggi, Busril menyampaikan hingga pagi ini ada 31 korban yang masuk ke tempatnya. Statusnya 15 orang meninggal dunia dan 16 lainnya luka-luka.
Adapun rincian daerah asal dari 15 korban meninggal dunia tersebut, 9 orang berasal dari Kabupaten Agam, 3 orang dari Kota Padang, dan 3 orang lainnya belum teridentifikasi. Lainnya terus diindetifikasi juga
Baca Juga: Majukan Syiar Islam, Herman Deru Resmikan Masjid Al Hijrah di Bukit Baru
Sementara 16 orang korban luka yang mendapat perawatan di RSAM, seluruhnya berasal dari Kabupaten Agam. Busril menyebut, dari total korban luka tersebut 14 di antaranya sudah diizinkan pulang dan 2 lainnya masih dalam perawatan.
“Dari 15 korban jiwa, 12 sudah teridentifikasi, 3 belum. Sementara untuk korban luka 14 sudah diizinkan pulang ke rumah dan 2 sisanya masih mendapat perawatan,” jelas Busril.
Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham menyebut data korban terdampak masih sangat dinamis. Sebab hingga saat ini, pendataan diseluruh tingkatan masih berlangsung.
Baca Juga: Banjir di Kabupaten Lebong Rendam Ribuan Rumah Warga
Artikel Terkait
Majukan Syiar Islam, Herman Deru Resmikan Masjid Al Hijrah di Bukit Baru
Lewat TMMD, Bengkulu Buka Jalur Konektivitas Padang Capo-Empat Lawang, Sumsel
Paksakan Diri dan Tekun Menjalankan Perkara Ibadah Syariat Islam
Syafruddin :Islam Harus Siap Hadapi Tatanan Dunia Baru
1 Abad NU - Pemikiran Pendidikan Islam Hasyim Asy’ari dan Tradisionalisme
Mahasiswa UIII Harus Wujudkan Islam yang Damai
Indonesia Mayoritas Islam tapi Pengusaha Muslimnya Terendah
Sedekah Sampah Palembang Salurkan Buku Bacaan Kepada Anak-anak di Desa Muara Padang dan Tanjung Batu Ogan ilir , Sumsel
Moeldoko Minta Peralihan Hak Atas Tanah Asrama TNI untuk Perluasan RSUP dr.M. Djamil Padang Gunakan Pendekatan Hati
Pemprov Bengkulu Jalin Kerja Sama dengan Universitas Islam Riau