Halal tourism atau wisata halal adalah sebuah model atau paket layanan tambahan atau extended services amenitas yang ditunjukkan dan diberikan untuk memenuhi pengalaman dan keinginan wisatawan muslim.
Menurut Alexander Reyaan, Direktur Wisata Minat Khusus Kemenparekraf, layanan tambahan meliputi need to have, seperti makanan halal dan fasilitas untuk salat, dan good to have, seperti toilet yang ramah bagi muslim.
Dikitip dari www.kemenparekraf.go.id, ditulis bahwa “Wisata halal atau halal tourism lebih memfokuskan pada layanan tambahan yang disediakan oleh pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif agar bisa sesuai dengan kategori halal.
Baca Juga: Libur Lebaran, Destinasi Wisata Kota Semarang Dipadati Wisatawan, Kunjungan Wisata Naik 32 Persen
Misalnya, sebuah hotel menyediakan apapun yang dibutuhkan wisatawan muslim, maka hotel tersebut sudah menjalankan wisata halal. Kalau wisata ramah muslim artinya ketika destinasi wisata bisa menyediakan rute atau tempat-tempat yang membuat wisatawan muslim merasa aman dan nyaman, seperti saat beribadah atau makan, selama berlibur,” ujar Alexander.
Saat ini, pasar halal tourism dan muslim-friendly di Indonesia telah memasuki fase pasar global. Oleh karena itu, pengembangan layanan halal tourism dan muslim-friendly tourism wajib dilakukan untuk mendorong Indonesia menjadi pemimpin dalam pengembangan wisata ramah muslim dunia.
Dalam data yang dirilis oleh Global Islamic Economy 2019, Indonesia dan Malaysia berada di peringkat satu sebagai negara dengan potensi wisata halal terbaik dunia. Indonesia disebut memiliki 2 keunggulan di bidang wisata halal, yaitu komunikasi seperti publikasi dan promosi; dan kedua untuk services atau layanan.
Kedua poin ini bisa menjadi modal kita untuk bisa terus mengoptimalkan potensi wisata halal di Indonesia.
Baca Juga: Pemprov Bengkulu Segera Tertibkan Bangunan di Kawasan Objek Wisata Pantai Panjang
“Dalam data yang dirilis oleh Global Islamic Economy 2019, Indonesia dan Malaysia berada di peringkat satu sebagai negara dengan potensi wisata halal terbaik dunia. Indonesia disebut memiliki 2 keunggulan di bidang wisata halal, yaitu komunikasi seperti publikasi dan promosi; dan kedua untuk
Pengembangan Potensi Halal Tourism
Dalam mengembangkan halal tourism, terdapat tiga potensi sekaligus kekuatan bagi Indonesia yang dapat dikembangkan. Menurut Alexander, pertama, potensi itu berasal dari kekayaan dan keragaman sumber daya pariwisata nasional. Kedua, atensi dan sikap positif masyarakat terhadap pengembangan halal tourism. Ketiga, posisi Indonesia sebagai negara tujuan investasi halal tourism, mengingat Indonesia adalah negara mayoritas muslim.
Saat ini, sebagaimana dikemukakan, kebanyakan wisatawan yang datang untuk menikmati wisata halal di Indonesia masih dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan warga lokal sendiri. Kemenparekraf berupaya untuk melakukan kerja sama dengan Arab Saudi agar bisa membuka pasar wisata halal di sana mengingat masyarakat Indonesia banyak sekali yang ke sana untuk ibadah haji atau umroh.
Namun, lebih lanjut Alexander menjelaskan rencana tersebut masih terkendala karena memang adanya kesulitan untuk mengubah profiling wisatawan asal Timur Tengah. Wisatawan Timur Tengah lebih suka berwisata ke negara yang berbeda dari lingkungan mereka. Ditambah masih ada masalah di sisi yang masih perlu ditingkatkan seperti safety dan inbound economy untuk bisa menjalankan pariwisata minat khusus seperti wisata halal.
Penulis: Bangun Lubis
Artikel Terkait
Hendi Rintis Kawasan Wisata Aglomerasi Semarang Raya
Digelar Menyambut Ramadan, Tradisi “Bantai Adat” Merangin Dikemas Jadi Paket Wisata
Libur Lebaran, Objek Wisata di Jambi Diserbu Pengunjung
Selama Lebaran, 600.000 Wisatawan Diperkirakan Kunjungi Kota Wisata Batu
Alumni SMPN 2 Jember Kunjungi Enam Objek Wisata di Solo
Kawasan Hutan Wisata Malino Terbakar
Dipercayakan Ikut Pameran Industri Parawisata di London, Travel Papua Selalu Promosikan Wisata di Bumi Papua
Naik KA Kaligung, Ini Wisata Dekat Stasiun Yang Menarik dan Wajib Dikunjungi
Lestari Moerdijat: Untuk Penuhi Target Kunjungan Wisatawan, Kendala Pelaku Wisata Nasional Harus Diatasi
20 Tahun Mega Wisata, Selalu Berkomitmen Memberikan Pelayanan Terbaik Untuk Masyarakat
Dukungan Dunia Usaha dalam Menciptakan Angkutan Wisata yang Mendukung Kebutuhan Destinasi Wisata
Pengembangan Desa Wisata Jangan Abaikan Kearifan Lokal
Destinasi Wisata Kota Semarang Diminta Terapkan Manajemen Ramah Disabilitas
Pemprov Bengkulu Segera Tertibkan Bangunan di Kawasan Objek Wisata Pantai Panjang