Presiden: 16 Meter Tanggul Jebol Sungai Wulan Demak Berhasil Ditutup

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 22 Maret 2024 | 20:36 WIB
Presiden Joko Widodo saat memberikan bantuan kepada korban banjir Demak.
Presiden Joko Widodo saat memberikan bantuan kepada korban banjir Demak.

Demak, suarapembaruan.news   – Presiden RI Joko Widodo menyampaikan, pengerjaan tanggul yang jebol dilakukan selama empat hari berturut-turut, siang dan malam. Hasilnya, tanggul sepanjang 16 meter yang jebol sudah berhasil tertutup. 

Baca Juga: BKKBN Harap Program Bapak Asuh Anak Stunting Paulus Waterpauw Dilanjutkan


“Kita harapkan, awan di atas juga telah dilakukan TMC, sehingga bisa digeser ke arah laut. Ini juga akan sangat mengurangi hujan yang ada di Kabupaten Demak dan sekitarnya,” tutur Presiden Joko Widodo saat Jokowi mengecek banjir di wilayah Kecamatan Gajah dan Bintoro Demak, Jumat (22/3).

Baca Juga: 3 Jenazah Korban Aksi KKB di Ndeotadi 99 di Evakuasi ke Kabupaten Nabire


Saat Presiden datang,  kondisi banjir sudah menyurut. Ketinggian genangan yang semula mencapai 200 cm, saat ini menyisakan 50 cm. 


Meski sudah surut, Jokowi menilai, kondisinya masih menghambat aktivitas warga. Maka, pihaknya menginstruksikan dilakukan pemompaan.

 Baca Juga: Analisa Peneliti ITS Soal Gempa Tuban

“Tadi mendapatkan laporan, hampir semuanya sudah setengah meter (atau) 50 cm. Tapi, apapun itu, tetap mengganggu aktivitas warga, sehingga nanti akan dilakukan pemompaan-pemompaan,” ucapnya.


Penjabat (Pj) Gubernur Jateng, Nana Sudjana memastikan kondisi empat titik tanggul sungai wulan di Kabupaten Demak sudah berhasil ditutup. Namun, saat ini masih proses penguatan. 

Baca Juga: Sekali Ikut Pertarungan, Kader Muda Gerinda Lolos ke DPRD Kota Jayapura
“Saat ini sudah ditutup, dan bisa dikatakan tinggal penguatan saja,” kata Nana Sudjana.


Selama proses penguatan tanggul, lanjut Nana, akan tetap dilakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau rekayasa cuaca. Hal ini sudah dikomunikasikan pihaknya dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG). 

Baca Juga: Penanganan Stunting di Kota Semarang Berpotensi Jadi Role Model Nasional


“Untuk pelaksanaan rekayasa cuaca, ini akan dilaksanakan sampai dengan tanggul ini betul-betul siap, dan tanggul ini sudah betul-betul diperkuat. Setelah itu baru nanti rekayasa cuacanya dicabut,” jelasnya.


Nana menilai, rekayasa cuaca yang berhasil dilaksanakan beberapa hari ini, mampu membantu mengurangi debit air di wilayah terdampak banjir. Senyampang dengan itu, penyedotan air di wilayah banjir juga dilakukan agar cepat surut.*

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X