PATI, SUARA PEMBARUAN — Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Kabupaten Pati atau KREASI PATI terus memperkuat pengembangan ekonomi kreatif berbasis teknologi guna meningkatkan daya saing pelaku UMKM di daerah.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertajuk pelatihan dan implementasi sistem ekonomi kreatif terintegrasi yang digelar di Ruang Rapat Penjawi Setda Kabupaten Pati, Kamis (21/5/2026).
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Muria Kudus, UNRIYO Yogyakarta, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati, serta Sekretariat Daerah Kabupaten Pati.
Kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, hingga daya saing pelaku UMKM melalui pelatihan, pendampingan, serta penerapan sistem ekonomi kreatif digital yang menghubungkan pelaku usaha, mentor profesional, akademisi, hingga lembaga sertifikasi profesi dalam satu ekosistem kolaboratif.
Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati yang membuka kegiatan itu menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut. Pemerintah daerah berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan karena dinilai mampu memberi dampak nyata terhadap pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif di Kabupaten Pati.
Ketua Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Kabupaten Pati, Acep Iqbal Syamsul Bilad, menilai keterhubungan data lintas sektor menjadi fondasi penting dalam pengembangan ekonomi kreatif modern.
Menurutnya, sumber daya manusia kreatif perlu terkoneksi langsung dengan kebutuhan industri agar mampu menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang produktif, adaptif, dan berkelanjutan.
Sementara itu, dosen Fakultas Teknik Program Studi Teknologi Informasi Universitas Muria Kudus, Arief Susanto, menjelaskan platform ekonomi kreatif berbasis web yang dikembangkan bertujuan mempercepat kolaborasi digital antarpelaku ekonomi kreatif.
Platform tersebut memadukan layanan sertifikasi profesi, katalog produk UMKM, inovasi masyarakat, hingga pelatihan berbasis teknologi dalam satu sistem terpadu.
Menurut Arief, kemudahan akses sertifikasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk ekonomi kreatif daerah. Karena itu, pelaku usaha membutuhkan pendampingan yang lebih terstruktur agar proses sertifikasi menjadi lebih mudah, murah, dan aman.
Kegiatan ini turut melibatkan berbagai unsur dalam konsep kolaborasi Hexa Helix, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, komunitas, media, sekolah, pelaku usaha, hingga lembaga sertifikasi profesi seperti LSP Inten Semarang.
KREASI PATI sendiri merupakan bagian dari jejaring nasional Indonesia Creative Cities Network atau ICCN yang menghubungkan ratusan kabupaten dan kota di Indonesia dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif berbasis komunitas, budaya, inovasi, dan potensi lokal.
Melalui penguatan sistem ekonomi kreatif digital terintegrasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pati bersama KREASI PATI berharap bonus demografi dapat dimanfaatkan secara optimal melalui kolaborasi produktif antara dunia pendidikan dan industri kreatif.
Artikel Terkait
ICCN Luncurkan E-Book “Retrospektif Kota Kreatif”, Rekam Jejak Inovasi Kota di Indonesia
ICCN Buka Kolaborasi Riset, Ajak Akademisi Perkuat Data Kota Kreatif Indonesia
ICCN Soroti Polemik Jasa Kreatif, Dorong Regulasi Baru yang Lebih Adil dan Adaptif
Keren! Dosen ITB Borong 2 Hibah Riset, Dari Kota Kreatif Dunia hingga Teknologi Pascapanen
ICCN Jakarta dan UNESA Jajaki Kolaborasi, Fokus Cetak SDM Industri Kreatif Unggul