Erupsi Gunung Dukono Saat Pendakian, 3 Orang Dilaporkan Tewas dan Belasan Pendaki Terjebak

Photo Author
Redaksi, Suara Pembaruan
- Minggu, 10 Mei 2026 | 12:19 WIB
Menyoroti insiden erupsi Gunung Dukono di kawasan Halmahera Utara, Maluku Utara hingga mengakibatkan puluhan pendaki terdampak. (Instagram.com/@asarhumanity)
Menyoroti insiden erupsi Gunung Dukono di kawasan Halmahera Utara, Maluku Utara hingga mengakibatkan puluhan pendaki terdampak. (Instagram.com/@asarhumanity)

 

Halmahera, SUARA PEMBARUAN - Video detik-detik erupsi Gunung Dukono ramai beredar di media sosial dan menjadi perhatian publik. Dalam rekaman yang diunggah akun Instagram @asarhumanity pada Sabtu, 9 Mei 2026, terlihat sejumlah pendaki berada di tengah kepulan abu vulkanik saat gunung tersebut memuntahkan material pijar.

Insiden tersebut dilaporkan menelan korban jiwa. Sebanyak tiga pendaki disebut meninggal dunia, terdiri dari dua warga negara asing asal Singapura dan satu warga negara Indonesia asal Jayapura. Namun hingga kini, pihak kepolisian setempat belum mengungkap identitas resmi para korban.

Unggahan yang viral itu juga menyebutkan masih ada belasan pendaki yang diduga terjebak di area puncak gunung setelah erupsi terjadi.

Secara terpisah, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengonfirmasi aktivitas erupsi Gunung Dukono terjadi pada Jumat, 8 Mei 2026 sekitar pukul 07.41 WIB.

PVMBG menjelaskan, kolom abu vulkanik terpantau berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal mengarah ke sisi utara gunung. Saat laporan dibuat, aktivitas erupsi disebut masih terus berlangsung.

Selain korban meninggal, dilaporkan pula terdapat tiga pendaki yang masih hilang. Proses pencarian disebut mengalami kendala lantaran erupsi susulan membuat tim SAR harus berulang kali mundur ke titik aman.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan tim penyelamat terus berupaya mendekati area kawah saat kondisi memungkinkan.

Menurutnya, setiap kali erupsi terjadi, seluruh personel pencarian harus segera dievakuasi demi keselamatan. Situasi itu membuat proses pencarian berlangsung penuh risiko dan berpacu dengan waktu.

Dalam operasi pencarian tersebut, tim SAR juga berkoordinasi dengan petugas pos pengamatan Gunung Dukono serta PVMBG untuk memantau aktivitas vulkanik secara berkala.

Ratusan personel gabungan diterjunkan dalam operasi pencarian. Tim dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) yang menyisir area sekitar 700 meter persegi melalui jalur darat maupun pemantauan udara menggunakan drone.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut total terdapat 20 pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono saat erupsi terjadi.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan jumlah tersebut terdiri atas 9 warga negara asing asal Singapura, 3 warga Ternate, dan 8 warga lokal dari sekitar Halmahera Utara.

Hingga kini, proses evakuasi dan pencarian terhadap para pendaki yang terdampak erupsi masih terus dilakukan oleh tim gabungan di kawasan Gunung Dukono.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X