Surabaya, SUARA PEMBARUAN - Provinsi Jawa Timur, telah menjalankan sejumlah program strategis dalam mempercepat Net Zero Emission (NZE) pada 2050. Di antaranya, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Wongsorejo Banyuwangi (50 MW), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap untuk pelanggan dan institusi, serta insentif pajak nol persen untuk kendaraan listrik.
Program mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, seperti Mangrove Lestari, pengelolaan sampah terpadu, rehabilitasi pesisir, dan penguatan sektor pertanian, juga terus digencarkan.
Karena itu, inisiasi Swaniti Initiative, sebuah lembaga berousat di India, melalui program Meridian Collective, dinilai sejalan dengan komitmen Jatim dalam mempercepat transformasi energi dan pembangunan rendah karbon.
"Pada prinsipnya program ini sangat bagus. Bisa dibreak down lebih detail lagi, lebih konkret program apa yang bisa kita kerjasamakan. Sehingga memberikan dampak yang bagus pada green economy, ketahanan iklim dan membuka ruang kerja baru bagi masyarakat," ujar Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, ketika menerima kunjungan CEO Swaniti Initiative, Rwitwika Bhattacharya, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis siang.
Dalam kesempatan sama, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak menambahkan, partisipasi Jatim dalam forum internasional, termasuk di Davos, membuka peluang besar bagi pengembangan energi terbarukan. Ini bukan sekadar profil provinsi, tetapi kesempatan nyata untuk berbagi praktik terbaik dan mendapatkan dukungan teknologi serta pembiayaan dari mitra global.
Ia menilai konsorsium yang melibatkan perusahaan nasional dan internasional dapat memastikan proyek energi terbarukan berjalan terintegrasi dan berdampak langsung pada masyarakat.
Transisi Energi
Sementara itu, CEO Swaniti Initiative, Rwitwika Bhattacharya, mengapresiasi perhatian Gubernur Khofifah terkait percepatan energi terbarukan di Jatim.
Ia menilai komitmen provinsi ini dalam transisi energi dan pembangunan rendah karbon menjadi kunci menarik kerja sama internasional dan investasi hijau.
"Kami sangat mengapresiasi kepemimpinan Ibu Gubernur Khofifah dalam mendorong energi terbarukan di Jawa Timur. Transisi energi tidak hanya penting bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang luas bagi masyarakat Jawa Timur,” katanya
Ia juga menyoroti rencana pembentukan konsorsium sektor swasta untuk memperkuat implementasi proyek energi terbarukan, meningkatkan efisiensi teknologi, dan memperluas akses pembiayaan.
"Kami berencana akan membentuk konsorsium yang melibatkan private sector, khususnya di energi terbarukan. Kolaborasi ini akan memastikan proyek berjalan terintegrasi, berdampak nyata bagi masyarakat, dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau di Jawa Timur," tambahnya.
Artikel Terkait
Gubernur Jatim : Try Sutrisno Prajurit dan Negarawan Sejati
Penerima Manfaat 8,56 juta, Dukungan Kodam V Brawijaya Kuatkan Program MBG di Jatim
Pemprov Jatim Kembangkan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan