Surabaya, SUARA PEMBARUAN – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) tidak sekadar menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran kemandirian ketahanan pangan, seperti yang menjadi keinginan Presiden Prabowo Subianto.
Berbagai komunitas yang dikembangkan antara lain cabai, tomat, terong mentimun, kangkung, buah jambu, pepaya dan pisang. Kemudian jagung, ketela. Selanjutnya peternakan dan perikanan yang cukup berkembang luar biasa di Kabupaten Gresik dan Lamongan.
"Program kontekstual yang nyambung dengan mata pelajaran masing-masing sekolah diharapkan bisa mengembangkan objek pembelajaran secara luas dan juga tentu outing class," ujar Khofifah saat meresmikan rehabilitasi dan revitalisasi sarana prasarana 51 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Kabupaten Lamongan dan Gresik. Peresmian dipusatkan di SMAN 2 Lamongan, Rabu (4/3/2026).
Program SIKAP di Kabupaten Lamongan dan Gresik, hingga saat ini, telah diterapkan di 75 sekolah, terdiri atas 60 sekolah di Kabupaten Gresik dan 15 sekolah di Kabupaten Lamongan.
Program Revitalisasi & Rehabilitasi
Sementara itu pelaksanaan program revitalisasi dan rehabilitasi di Lamongan dan Gresik total 51 satuan pendidikan yang mendapatkan program pembangunan dengan total anggaran Rp69.704.570.000.
Rinciannya, Kabupaten Lamongan program revitalisasi dilaksanakan di 32 satuan pendidikan terdiri dari SMA 19 sekolah dengan anggaran Rp19,36 miliar, SMK 13 sekolah dengan anggaran Rp22,13 miliar, SLB 1 sekolah dengan anggaran Rp796 juta.
“Total anggaran khusus untuk Lamongan Rp42,29 miliar," kata Kepala Dinas Pendidikan Aries Agung Paewai menambahkan.
Sedangkan Kabupaten Gresik program revitalisasi dilaksanakan 19 satuan pendidikan terdiri dari SMA 10 sekolah dengan anggaran Rp8,6 miliar, SMK 9 sekolah dengan anggaran Rp19,33 miliar dengan total anggaran Rp27,4 miliar.
Program revitalisasi dan rehabilitasi diantaranya, agribisnis tanaman pangan dan hortikultura, laboratorium komputer dan laboratorium IPA, ruang praktek siswa yang diperuntukkan bagi SMK khususnya teknik kendaraan ringan, teknik sepeda motor, desain komunikasi visual, bisnis digital, ruang administrasi dan perpustakaan, toilet dan fasilitas sanitasi sekolah, pembangunan ruang kelas baru, ruang BK, ruang UKS, ruang OSIS.
Seusai peresmian, Gubernur Khofifah bersama Bupati Yuhronur dan Kepala Dinas Pendidikan Aries Agung Paewai, menyerahkan bantuan sembako kepada 15 petugas kebersihan dan keamanan sekolah, bantuan pendidikan kepada 20 siswa prasejahtera masing-masing senilai Rp1 juta berikut sepatu sekolah, serta menandatangani poster motivasi bagi siswa dan guru. Serta penyerahan Al-Qur’an kepada jajaran Forkopimda Lamongan.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran ke Jatim Diperkirakan 27,29 Juta orang
Gubernur Jatim : Try Sutrisno Prajurit dan Negarawan Sejati
Penerima Manfaat 8,56 juta, Dukungan Kodam V Brawijaya Kuatkan Program MBG di Jatim