Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN - Warga Yogyakarta kini memiliki cara baru yang lebih menguntungkan untuk mengelola minyak jelantah. Melalui program MyPertamina UCollect, minyak goreng bekas tak lagi sekadar limbah rumah tangga, melainkan bisa ditukar dengan uang sebesar Rp5.500 per liter.
Program ini diinisiasi oleh Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap pengelolaan limbah berkelanjutan. Area Manager Communication, Relations, & CSR, Taufiq Kurniawan, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan program serupa di Semarang.
“Melanjutkan success story di Kota Semarang, kami menghadirkan U-Collect di Yogyakarta sebagai langkah konkret mendorong pengelolaan limbah jelantah yang lebih ramah lingkungan sekaligus memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (23/2/2026).
Peluncuran MyPertamina UCollect Box dilakukan serentak di 10 lokasi strategis yang dinilai memiliki akses mudah serta dekat dengan kawasan permukiman, pasar, dan pusat kuliner. Adapun titik pengumpulan tersebut berada di:
- SPBU 41.551.01 Coco Lempuyangan – Kec. Gondokusuman
- Masjid Jogokaryan – Kota Yogyakarta
- SPBU 44.552.04 Maguwo – Kab. Sleman
- SPBU 44.551.01 Dukuh – Kota Yogyakarta
- SPBU 41.552.02 Coco Cokroaminoto – Kec. Tegalrejo
- SPBU 44.552.08 Monjali – Kab. Sleman
- SPBU 44.551.18 Piramid – Kab. Bantul
- SPBU 44.555.35 UII – Kab. Sleman
- SPBU 41.552.01 Coco Adisucipto – Kab. Sleman
- SPBU 44.552.01 Mulungan Mlati – Kab. Sleman
Menurut Taufiq, pemilihan lokasi tersebut diharapkan mampu menjangkau masyarakat dari berbagai wilayah di Yogyakarta dan sekitarnya.
Untuk mengikuti program ini, masyarakat cukup menggunakan aplikasi MyPertamina. Setelah masuk ke aplikasi, pengguna memilih menu Sustainability Corner, kemudian klik opsi “Ubah Minyak Jelantah Jadi Rupiah”. Selanjutnya, pengguna memindai barcode pada mesin UCollect Box dan menuangkan minyak jelantah ke dalam wadah yang tersedia. Sistem akan otomatis menghitung volume minyak dan saldo akan langsung masuk ke akun MyPertamina pengguna.
“Dengan mekanisme digital ini, prosesnya menjadi lebih praktis, transparan, dan tercatat secara sistem,” jelas Taufiq.
Sebelum hadir di Yogyakarta, program ini telah lebih dahulu diterapkan di Kota Semarang dan mendapatkan respons positif dari masyarakat. Di kota tersebut, UCollect Box berhasil mendorong partisipasi warga dalam mengurangi pembuangan minyak jelantah sembarangan yang berpotensi mencemari lingkungan. Selain menekan limbah rumah tangga, program itu juga membuka peluang tambahan penghasilan bagi pelaku UMKM dan rumah tangga.
Keberhasilan di Semarang menjadi landasan bagi Pertamina Patra Niaga untuk memperluas jangkauan program ke wilayah lain, termasuk Yogyakarta.
Kehadiran fasilitas ini turut mendapat sambutan positif dari pelaku usaha kuliner. Imam Budiyono (42), pedagang makanan di kawasan Prawirotaman, merasa senang dengan adanya program tersebut.
“Minyak bekas mulai ada harganya biasanya jadi limbah sekarang jadi rupiah. Prosesnya juga mudah, cukup lewat aplikasi lalu setor di MyPertamina UCollect Box. Ini bermanfaat secara ekonomi dan lebih ramah terhadap lingkungan,” ungkapnya.
Dengan hadirnya UCollect di Yogyakarta, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah minyak jelantah semakin meningkat, sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui langkah sederhana namun berdampak nyata.
Artikel Terkait
Pemprov Bengkulu Sidak Pasar Pastikan Harga dan Stok Sembako Stabil Jelang Bulan Ramadan
DPD RI Soroti Pengawasan Program MBG Jelang Ramadan
Jelang Ramadan, Pertamina Patra Niaga Tambah 1,1 Juta Tabung LPG 3 Kg di Jateng–DIY
Pemprov Bengkulu dan Pertamina Tinjau Pangkalan Elpiji Pastikan Stok Aman Selama Ramadan
Hari Pertama Ramadhan, Ketahanan Stok BBM di Papua Maluku Dipastikan Aman, Pertamina Siapkan Layanan SPBU Nyaman