Surabaya, SUARA PEMBARUAN - Stok kebutuhan pokok, khususnya beras dan minyak goreng tetap aman di Jawa Timur.
Persediaan Minyakita minimal sampai 2-3 bulan, untuk memenuhi pasar-pasar di 38 kabupaten/kota di Jatim. Demikian juga beras stoknya 881 ribu ton. Itu untuk 14 bulan ke depan. Kedua kebutuhan pokok tersebut menjadi tanggungjawab Bulog.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur Langgeng Wisnu Adinugroho, mengungkapkan hal itu, saat bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, meninjau Pasar Larangan, di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (19/2/2026).
Untuk minyak goreng pihaknya sampai dengan 19 Februari 2026 sudah menyalurkan 3,8 juta liter ke seluruh Jatim.
Dalam kunjungan ke pasar tradisional tersebut, gubernur didampingi juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Iwan, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati.
Khofifah mendapati sejumlah sejumlah komoditas bahan pokok yang dijual dengan harga tinggi di atas harga eceran tertinggi (HET). Seperti telur ayam dan juga daging ayam.
Ia, melihat beberapa item yang membutuhkan percepatan supply. Telur harganya Rp 30.000, daging ayam Rp 41.000 sampai Rp 45.000 dengan HET Rp 40.000.
"Jadi kenaikan dari HET ini saya minta koordinasikan dengan Kepala Dinas Peternakan. Karena pada dasarnya stoknya melimpah, tapi ada beberapa jaringan distribusi yang rupanya menaikkan harga. Sehingga sampai di pasar harganya di atas HET," lanjut Khofifah.
Terus Dipantau
Meski begitu, dirinya menilai untuk beras SPHP di Pasar Larangan masih terjangkau dengan standar harga di Rp 60.000 per 5 kg. Mengingat, pembelian beras di gudang Bulog mencapai Rp 11.000 per kg dengan kenaikan harga Rp 1.500 per kg saat sampai di tempat penjualan.
"Mudah-mudahan ini semua bisa memenuhi ketercukupan kebutuhan masyarakat untuk bisa memenuhi kebutuhannya. Ini Minyakita juga sudah mulai lancar karena harga di toko tadi sudah sampai pada harga Rp 15.500," jelasnya.
Di Pasar Larangan, harga cabe merah besar dipatok Rp. 30.000/kg, cabe rawit merah Rp. 85.000/kg dengan HET Rp. 40.000-57.000. Sedangkan, bawang merah dihargai Rp. 33.000-40.000/kg denban HET Rp. 36.500-41.500 serta bawang putih Rp. 32.000-34.000/kg.
"Dinamika harga di saat Ramadhan seperti ini menurut saya harus terus dipantau dan dilakukan stabilisasinya. Karena biasanya ada kebutuhan rumah tangga yang meningkat di saat bulan Ramadhan seperti sekarang,” tegasnya.
“Terima kasih kepada Kepala Bulog Jawa Timur yang sudah berusaha untuk bisa memenuhi supply logistik, terutama beras dan minyak kita," pungkas Gubernur Khofifah.
Artikel Terkait
Gubernur Jatim Siap Pasang Listrik Gratis Bagi 3.400 Rumah Tangga Miskin
Gubernur Jatim Ajak Insan Pers Hadirkan Karya Jurnalistik Berkualitas dan Berintegritas
Gubernur Jatim Takjub, Murid SMKN1 Buduran, Praktik Bekerja Layaknya Industri Profesional