Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Penyaluran bantuan ke wilayah bencana di Aceh masih terhambat berat akibat kelangkaan BBM dan akses jalan yang rusak parah.
Kondisi ini membuat distribusi darat tidak mungkin dilakukan, sehingga TNI terpaksa mengandalkan jalur udara untuk menjangkau wilayah yang masih terisolir.
Wakil Ketua I Satgas Penanggulangan Bencana Aceh, Kolonel Inf Fransisco, menjelaskan bahwa pasokan BBM tidak bisa masuk karena truk distribusi terhalang lumpur dan jalan putus. Akibatnya, alat berat pun tidak dapat dioperasikan untuk membuka akses.
Hingga kini, terdapat 15 titik jalan yang terputus dan 27 jembatan rusak di jalur nasional maupun provinsi.
Dari 18 kabupaten/kota terdampak, empat di antaranya sempat benar-benar terisolasi meski perlahan mulai bisa diakses kembali.
Dengan kondisi tersebut, TNI memaksimalkan distribusi via udara dan telah mengirim sekitar 9 ton bantuan—mulai dari sembako hingga kebutuhan darurat lainnya—langsung ke titik terdampak.
Fransisco juga menyoroti dedikasi prajurit di Aceh Tamiang yang tetap bertugas membantu masyarakat meski mereka sendiri ikut menjadi korban bencana.
Upaya pemulihan di Aceh terus dilakukan, mencakup perbaikan akses, penyaluran kebutuhan pokok, dan penanganan warga terdampak, dengan koordinasi lintas lembaga yang terus diperkuat.
Artikel Terkait
DPR Soroti Jejak Kerusakan Hulu di Balik Banjir Sumatera
Pemprov Bengkulu Targetkan Bantu Korban Banjir Sumatera Disalurkan Minggu Kedua Desember
Indosat Gerak Cepat Pulihkan Jaringan dan Salurkan Bantuan di Aceh–Sumatera Pasca Banjir Longsor
Titiek Soeharto Murka: Truk Kayu Raksasa Muncul Dua Hari Usai Banjir, ‘Menyakiti Hati Rakyat!’
100 Ribu Butir Telur Asin Dikirim untuk Korban Banjir di Sumatera dan Aceh