Komdigi Tegaskan Etika dan Regulasi AI sebagai Pilar Kerja Redaksi Modern

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Kamis, 27 November 2025 | 21:18 WIB
Wamen Komdigi, Nezar Patria saat memberikan sambutan pada acara Media Connect di Bandung, Jabar, Rabu 27 November 2025.(Foto/Humas Komdigi)
Wamen Komdigi, Nezar Patria saat memberikan sambutan pada acara Media Connect di Bandung, Jabar, Rabu 27 November 2025.(Foto/Humas Komdigi)

Ia menegaskan, AI harus dipandang sebagai persoalan sosial yang dipicu oleh teknologi, bukan sekadar isu komputasi. Menanggapi dinamika tersebut, Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Haryo Damardono, menjelaskan bahwa inovasi AI membawa peluang sekaligus risiko besar bagi industri media dan pendidikan.

Ia mencontohkan bagaimana AI mampu menekan biaya penerjemahan hingga lebih dari 90 persen namun juga menyebabkan hilangnya sejumlah pekerjaan. Karena itu, Kompas menetapkan pedoman etika internal yang membatasi penggunaan AI sebatas alat brainstorming dengan pengawasan manusia.

Kompas juga menerapkan mekanisme deteksi untuk menolak naskah yang terlalu banyak dihasilkan oleh AI demi menjaga integritas editorial. “Jurnalisme sejati di era teknologi membutuhkan pelatihan, dedikasi pada kebenaran, dan kerja lapangan agar tidak tergantikan oleh konten buatan mesin yang generik,” ujar Haryo.

Dalam kesempatan yang sama, Creative Advisor/AI Specialist Motulz Anto memaparkan perbedaan fundamental antara kecerdasan buatan generatif dan kekuatan kreatif manusia. Ia menjelaskan bahwa AI bekerja berdasarkan logika algoritma, statistik, dan penalaran biner, sehingga fokus pada hasil rasional.

Sementara itu, kreativitas manusia bertumpu pada proses, pengalaman, emosi, dan etika—unsur yang tidak dapat direplikasi oleh mesin. Motulz menegaskan bahwa bagi para profesional, benteng pertahanan terakhir dari dominasi AI adalah etika, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan inovasi.

 

 

Halaman:

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X