BRM Nugroho Ajak Trah Mataram Bersatu Demi Keutuhan Karaton Surakarta

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 12 November 2025 | 19:38 WIB
 BRM Nugroho Iman Santoso
BRM Nugroho Iman Santoso

Surakarta, SUARA PEMBARUAN — Dinamika internal Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali mencuat ke publik seiring munculnya sejumlah klaim terkait suksesi Kanjeng Sinuhun Paku Buwono XIII. Menanggapi hal tersebut, BRM Nugroho Iman Santoso, cucu Paku Buwono XI sekaligus putra GPH Notopuro, mengimbau seluruh keluarga besar Dinasti Mataram untuk menggelar musyawarah besar sebagai langkah menjaga keutuhan dan menghindari konflik yang pernah terjadi di masa lampau.

Dalam keterangannya, BRM Nugroho menegaskan bahwa proses pergantian pemimpin di lingkungan Karaton tidak bisa dilakukan secara sepihak. Ia menekankan, setiap trah mulai dari Paku Buwono II hingga XIII memiliki tanggung jawab moral untuk melestarikan warisan leluhur melalui jalan rembug dan mufakat.

“Seluruh trah Dinasti Mataram perlu duduk bersama untuk bermusyawarah dan mengambil keputusan secara mufakat. Jangan sampai perpecahan lama terulang kembali,” ujarnya.

Menurutnya, keputusan yang dihasilkan melalui musyawarah bersama menjadi satu-satunya jalan untuk mengembalikan marwah Karaton sebagai pusat kebersamaan, kehormatan, dan keluhuran budaya Jawa.

“Karaton bukan milik keluarga inti semata, tetapi milik seluruh trah Dinasti Mataram. Karena itu, setiap langkah harus didasarkan pada kesepakatan bersama, bukan klaim sepihak,” tegas BRM Nugroho.

Ia juga mengajak seluruh pihak di lingkungan karaton untuk menahan diri serta menempatkan kepentingan Kasunanan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Kami dari Trah Awu Sepuh dan seluruh keturunan PB II hingga PB XI siap duduk bersama demi kemaslahatan Karaton Kasunanan Surakarta ke depan. Jangan sampai karaton melemah karena ambisi dan klaim yang tidak memiliki legitimasi,” tambahnya.

BRM Nugroho berharap seruan ini menjadi momentum awal rekonsiliasi di tubuh Karaton Surakarta sekaligus memperkuat jalinan silaturahmi antarketurunan Dinasti Mataram.

“Sekaranglah saatnya kita kembali ke pesan leluhur — rukun, rembug, dan mufakat. Dari sanalah kejayaan dan martabat Karaton Surakarta bisa ditegakkan kembali,” tutupnya.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X