Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN - Umumnya, daging sapi tenderloin dikhususnya untuk masakan western berupa steak, naman di Warung Sate Kraton yang terletak di Jl Jambon, Nusupan, Trihanggo, Gamping, Sleman ini secara khusus mengolah daging tenderloin dalam bentuk berbeda, yakni sate.
Dioleh dengan kekayaan rempah asli Indonesia, sate dengan karakter ini memang jarang dijumpai dan sesuai dengan tujuannya, Sate Kraton Jogja terletak pada resep sate rempah yang merupakan warisan keluarga turun-temurun selama tiga generasi.
Steve Aryo Rahardityo selaku Project manajer menjelaskan, biasanya tenderloin dijadikan steak resto-resto mahal yang dijual ratusan ribu tiap porsinya. Tapi Sate Kraton mengubah stigma tenderloin yang bisa dimodifikasi dan dinikmati dengan harga yang terjangkau dengan value yang jauh lebih tinggi.
Rahasia kelezatan Dahulu pencetus resep menu Sate Kraton adalah seorang veteran Indonesia. Singkat cerita, ditemukan resep masakan-rempah yang disukai para bangsawan pada masa kolonial Belanda.
Resep itu diturunkan dari istri kemudian ke anak. Pada awalnya resep ini hanya dibuat hanya untuk keluarga, tapi karena banyak yang mendesak untuk dijual ke luar akhirnya pada generasi ketiga atau cucu, memberanikan diri untuk membuka resto dan memberi nama Sate Kraton.
Dahulu, sate dan masakkan dengan bumbu kaya rempah adalah sajian istimewa yang hanya dinikmati oleh para bangsawan. Kini, mereka menghadirkan kembali keistimewaan itu untuk semua orang.
Keistimewaan lainnya terletak pada kualitas daging ayam dan daging sapi tenderloin pilihan yang dimarinasi selama 24 jam, memastikan bumbu rempah meresap sempurna hingga ke serat daging. Dengan teknik pembakaran yang sempurna, tekstur daging sate ini tetap terjaga juicynya. Cara penyajian sate mereka juga unik yaitu dengan diberdirikan dan diikat dengan cabai merah sebagai arti kehormatan dan keberanian.
Selain sate yang menjadi primadona, Sate Kraton Jogja juga menawarkan beragam menu lezat lainnya seperti Rawon Kraton dengan kuah kluwek pekat yang kaya rasa, Iga Bakar yang bumbu smoked barbequenya meresap sampe ke tulang, dan sup iga yang dipresto dengan 10 rempah-rempah Indonesia.
Pengalaman kuliner di Sate Kraton Jogja semakin lengkap dengan hadirnya berbagai pilihan minuman unik yang juga mengangkat kekayaan rempah lokal. Terutama yang menjadi highlight mereka adalah Beer Jawa yang menyerupai beer alcohol pada umumnya dengan ciri khas busa di permukaan gelas tetapi Beer Jawa ini adalah non alcohol dari rempah-rempah yang bisa menghangatkan tubuh tetapi tetap menyegarkan.
Artikel Terkait
Jejak Budaya Raminten: Warisan Kuliner dan Sosok Hamzah Sulaiman yang Tak Terlupakan
Hari Jadi Kota Semarang ke-478 Dimeriahkan Ragam Festival, Kuliner, hingga Parade Budaya
Palembang: Jejak Sejarah, Jejak Rasa – Kota Kuliner Indonesia yang Menggoda Selera