Perum Bulog Dukung Kebijakan Presiden Perkuat Ketahanan dan Infrastruktur Pangan Nasional

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Kamis, 23 Oktober 2025 | 09:54 WIB
Presiden RI, Probowo Subianto meninjau cadangan beras pemeritah dikelola Perum Bulog untuk menjaga kestabilan pangan nasional.(Foto/Ist)
Presiden RI, Probowo Subianto meninjau cadangan beras pemeritah dikelola Perum Bulog untuk menjaga kestabilan pangan nasional.(Foto/Ist)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN-Perum Bulog menyampaikan komitmen penuh dalam mendukung arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/10/2925) 2025.

Presiden menegaskan, produksi pangan, distribusi pangan, serta pengelolaan air dan energi adalah pilar fundamental kekuatan bangsa dan harus menjadi prioritas utama pemerintah.

Presiden Prabowo menyampaikan, produksi pangan nasional telah mencapai tingkat tertinggi sepanjang sejarah hingga Oktober 2025, menandai capaian besar bagi bangsa Indonesia di tahun pertama pemerintahannya.

Cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog sempat mencapai 4,2 juta ton di bulan Juni 2025. Ini merupakan angka tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia. Capaian tersebut menunjukkan bahwa program peningkatan produksi dan efisiensi distribusi pangan berjalan efektif.

Presiden juga mengapresiasi kinerja sektor pertanian nasional yang mampu mencapai target swasembada lebih cepat dari rencana empat tahun menjadi hanya satu tahun.

Presiden mengingatkan bahwa ke depan, tantangan strategis yang harus dihadapi antara lain meliputi cetak sawah baru, pembangunan infrastruktur logistik pangan, dan penguatan rantai nilai (value chain) pertanian dari hulu ke hilir.

Peran Strategis Bulog

Sebagai perusahaan BUMN Pangan yang mendapat mandat langsung dari pemerintah, Perum Bulog memiliki peran utama dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan nasional. Bulog terus menjalankan berbagai program strategis, antara lain pengadaan dan pengelolaan cadangan pangan pokok, terutama beras dan jagung pakan, guna memastikan pasokan tersedia cukup di seluruh wilayah Indonesia.

Menjalankan intervensi pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk melindungi produsen dan konsumen dari gejolak harga pangan. Menjalankan amanah untuk menyalurkan Bantuan Pangan beras sebagai jejaring sosial sekaligus sebagai program stimulus ekonomi.

Modernisasi sistem logistik pangan, termasuk pembangunan dan optimalisasi gudang penyimpanan yang lebih efisien, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem rantai pasok nasional.

Menindaklanjuti Arahan Presiden

Menanggapi arahan Presiden Prabowo, Perum Bulog telah menyiapkan langkah-langkah konkret sebagai berikut, menjaga stok beras nasional, Bulog memastikan ketersediaan cadangan beras pemerintah dan siap untuk didistribusikan secara merata ke seluruh wilayah, termasuk daerah tertinggal dan perbatasan.

Penyerapan gabah sesuai Harga Pembelian Pemerintah yang telah ditetapkan: Menindaklanjuti kebijakan pemerintah terkait kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen menjadi Rp6.500/kg,

Bulog memperkuat serapan gabah petani di seluruh daerah agar dampak kenaikan harga benar-benar dirasakan petani. Kenaikan ini terbukti turut meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) hingga mencapai 123, tertinggi dalam sejarah Indonesia — bukti nyata keberpihakan negara terhadap kesejahteraan petani.

Halaman:

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X