Prabowo Ungkap Temuan 40.000 Ton Tanah Jarang di Smelter Ilegal Bangka Belitung, Nilainya Capai Rp128 Triliun

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 7 Oktober 2025 | 06:35 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan penyesuaian tunjangan DPR dan moratorium kunjungan luar negeri. (Youtube/Sekretariat Presiden)
Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan penyesuaian tunjangan DPR dan moratorium kunjungan luar negeri. (Youtube/Sekretariat Presiden)


Bangka Belitung, SUARA PEMBARUAN — Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan penemuan besar di enam lokasi smelter ilegal yang disita di wilayah Bangka Belitung. Dari hasil peninjauan langsung, ditemukan tumpukan tanah jarang dengan kandungan mineral monasit bernilai ekonomi sangat tinggi.

Menurut Prabowo, satu ton monasit memiliki nilai jual hingga 200.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp3,3 miliar. Ia memperkirakan total cadangan monasit yang ditemukan mencapai 40.000 ton. Dengan demikian, potensi nilai ekonominya bisa mencapai sekitar 8 miliar dolar AS, setara Rp128 triliun.

“Tanah jarang ini belum diurai sepenuhnya, dan nilainya bisa jauh lebih besar. Kandungan monasitnya tinggi, dan harga per ton bisa mencapai ratusan ribu dolar. Di sini, totalnya mendekati 40.000 ton,” ujar Presiden Prabowo saat meninjau penyitaan smelter ilegal di kawasan PT Timah, Senin (6/10).

Ia menambahkan, dari enam perusahaan ilegal yang berhasil disita, negara berpotensi mengalami kerugian hingga Rp300 triliun, termasuk dari hasil tanah jarang tersebut. Prabowo menegaskan praktik penambangan tanpa izin semacam ini harus dihentikan secara tegas.

“Bayangkan, hanya dari enam perusahaan ini saja, potensi kerugian negara bisa mencapai Rp300 triliun,” ucapnya.

Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada aparat penegak hukum dan semua pihak yang terlibat dalam pengungkapan kasus tersebut. Menurutnya, hal ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menindak tegas aktivitas penyelundupan dan penambangan ilegal yang merugikan negara.

“Ini bukti keseriusan pemerintah. Kita bertekad untuk memberantas penyelundupan, menindak illegal mining, dan segala bentuk pelanggaran hukum,” tegasnya.

Di akhir kunjungan, Prabowo berpesan agar seluruh aparat terus bekerja keras menjaga kekayaan sumber daya alam Indonesia demi kesejahteraan rakyat.

“Ini prestasi besar. Teruskan kerja keras ini — Jaksa Agung, Panglima TNI, Bea Cukai, Bakamla — semua harus bersinergi. Kita selamatkan kekayaan bangsa untuk rakyat Indonesia,” tandasnya.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X