Prabowo Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Berlanjut, Fokus pada Perbaikan Keamanan dan Kualitas

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 30 September 2025 | 05:56 WIB

 

Bogor, SUARA PEMBARUAN – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus dilaksanakan. Sejak bergulir pada awal 2025, program ini dinilai cukup berhasil meskipun masih menghadapi sejumlah kendala.

“Anak-anak kita harus cukup gizi, karena itu program Makan Bergizi Gratis tetap jalan. Alhamdulillah, saat ini sudah hampir 30 juta orang menerima manfaatnya,” ujar Prabowo di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Senin (29/9).

Prabowo mengakui masih ada kekurangan dalam implementasi MBG, termasuk kasus keracunan makanan yang dialami sejumlah siswa di beberapa daerah. Ia berjanji pemerintah akan melakukan perbaikan menyeluruh, mulai dari proses memasak hingga distribusi agar makanan benar-benar aman.

“Kita sedang bekerja keras. Semua dapur nantinya harus dilengkapi peralatan pencuci ompreng yang kuat, bisa dengan ultra violet, gas, atau air bersuhu tinggi. Air juga harus difilter, lalu makanan wajib dites sebelum dikirim. Semua dapur akan ditangani juru masak terlatih,” jelasnya.

Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, dari segi statistik, deviasi dalam pelaksanaan program relatif sangat kecil, hanya sekitar 0,000017%.

Sehari sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa keselamatan anak menjadi prioritas utama dalam program MBG. Hal itu disampaikan usai rapat koordinasi di Kementerian Kesehatan, Minggu (28/9).

“Setiba di Tanah Air, Bapak Presiden langsung memimpin rapat bersama sejumlah menteri membahas MBG. Malamnya pun masih dilanjutkan, dan siang ini kami kembali melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga sesuai arahan beliau,” ujar Zulhas.

Ia menekankan, insiden yang terjadi di beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disikapi Presiden dengan sangat serius. “Keselamatan anak adalah hal utama. Ini bukan sekadar soal angka, melainkan menyangkut masa depan generasi penerus,” tegasnya.

Langkah perbaikan yang ditempuh mencakup penutupan sementara SPPG yang bermasalah, evaluasi kedisiplinan petugas khususnya juru masak, sterilisasi peralatan, perbaikan sanitasi, kualitas air, dan alur limbah.

Selain itu, seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait diminta aktif dalam pengawasan dan pembenahan program MBG. “Tidak bisa menunggu, semua harus bergerak bersama memastikan kualitas dan keamanan,” pungkas Zulhas.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X