Empat Keluarga Korban Demonstrasi di Makassar Terima Bantuan Rumah di Gowa

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Jumat, 12 September 2025 | 09:33 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian didampingi oleh Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang di Perumahan menyerahkan bantuan rumah
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian didampingi oleh Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang di Perumahan menyerahkan bantuan rumah

 

Menteri PKP dan Mendagri Hadir Menyerahkan

GOWA - SUARA PEMBARUAN - Demonstrasi yang berlangsung di Makassar, 29i Agustus lalu, menyisakan duka mendalam, empat orang tewas. Sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib keluarga korban, pemerintah memberikan tempat tinggal baru di Kabupaten Gowa.

Hunian tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian didampingi oleh Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang di Perumahan Grand Sulawesi, Kecamatan Bontomarannu, Kamis (11/9).

Bantuan perumahan ini diterima oleh masing-masing keluarga almarhum Syaiful Akbar, almarhum Akbar Basri, almarhumah Syahrinawati dan almarhum Rusdamdiansyah yang meninggal dunia pada demonstrasi 29 Agustus 2025 lalu.

“Kami turut berduka atas kejadian yang telah menimpa saudara kita di Makassar. Kami ingin rumah ini menjadi tempat tumbuhnya harapan baru, tempat keluarga kembali menata kehidupan dan sumber semangat untuk menatap masa depan yang lebih baik,” ujar Bupati Talenrang.

Ia menegaskan, meski luka peristiwa itu masih membekas, langkah kecil ini diharapkan menjadi awal baru bagi keluarga penerima manfaat.

“Rumah ini adalah bukti bahwa pemerintah tidak pernah menutup mata atas duka yang dialami oleh masyarakatnya,” ungkap orang nomor satu di Gowa ini.

Lebih jauh, Bupati Gowa menekankan bahwa bantuan perumahan sejalan dengan visi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah daerah, lanjutnya, terus bergerak mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem, termasuk memperbaiki ratusan rumah tidak layak huni melalui kerja sama dengan masyarakat, BAZNAS dan dunia usaha.

“Kami percaya, dengan gotong royong, beban yang berat akan terasa lebih ringan. Upaya ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga tugas bersama seluruh elemen,” jelas Talenrang.

Dalam sambutannya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait mengatakan bahwa penyerahan rumah ini bukan sekadar bantuan fisik, tapi bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap memperoleh perlindungan, rasa aman, dan ruang untuk melanjutkan kehidupan.

“Penyerahan rumah ini adalah instruksi langsung Bapak Presiden. Beliau menitipkan pesan agar keluarga korban dapat merasa lebih tenang dan terlindungi. Rumah ini bukan sekadar bangunan, melainkan simbol kehadiran negara yang tidak meninggalkan rakyatnya di saat berduka,” ujar Bang Ara, sapaan akrabnya.

Salah satu keluarga penerima manfaat, Sri Ayu Basri yang merupakan kakak dari almarhum Akbar Basri, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian pemerintah, khususnya Presiden Republik Indonesia. Ia menyebut bantuan rumah ini menjadi penguat keluarga di tengah kehilangan.

“Kami masih berduka atas kepergian adik kami, Akbar. Namun perhatian dari pemerintah, terutama Bapak Presiden, memberi kami kekuatan baru. Terima kasih atas rumah ini, semoga bisa menjadi tempat kami kembali menata kehidupan. Kami berharap peristiwa tragis yang merenggut nyawa seperti ini tidak lagi terulang di negeri ini,” ungkap Sri Ayu Basri.

Halaman:

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X