Situasi Jatim Berangsur Kondusif, Apel dan Doa Bersama Diikuti 1.595 Personil

Photo Author
Teguh LR, Suara Pembaruan
- Selasa, 2 September 2025 | 20:34 WIB
Apel dan doa bersama di Mapolda Jatim di Surabaya, Selasa (2/9/2025), diikuti 1.595 personil. (Ist).
Apel dan doa bersama di Mapolda Jatim di Surabaya, Selasa (2/9/2025), diikuti 1.595 personil. (Ist).

Surabaya, SUARA PEMBARUAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin dan Dankodaeral Laksamana Muda TNI Ali Triswanto memimpin Apel dan Doa Bersama Potensi Masyarakat Jawa Timur untuk Kamtibmas yang Kondusif,  di Lapangan Mapolda Jatim, di Surabaya, Selasa (02/09/2025).

Apel dan doa bersama ini merupakan momentum penting  meneguhkan komitmen menjaga Jawa Timur tetap aman, damai, dan kondusif di tengah dinamika nasional.

Gubernur  mengatakan, berkat perlindungan Allah SWT dan kerja keras  Polri, TNI, pemerintah daerah, hingga dukungan penuh masyarakat, situasi Jatim, berangsur kondusif. Kehadiran kita pagi ini adalah bukti bahwa kita memilih jalan persatuan melalui dialog dan doa bersama.

Ia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga serta masyarakat yang terdampak insiden gangguan keamanan di beberapa daerah, termasuk di Jawa Timur. Insiden tersebut berdampak di berbagai sektor, termasuk menimbulkan rasa tidak aman bagi warga.

Selain itu, diingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak benar, khususnya di media sosial. Ia menekankan pentingnya budaya saring sebelum sharing serta mengajak seluruh warga untuk cerdas memilah informasi agar tidak terjebak berita hoaks.

Sementara itu, Kapolda Jatim Nanang Avianto menyampaikan rasa terima kasih atas semua kolaborasi yang baik dan intensif dari seluruh elemen baik TNI, Polri dan masyarakat, sehingga tidak terpengaruh oleh provokasi yang mengarah pada anarkis, dan tetap menjaga dengan sepenuh hati rasa persaudaraan kedamaian, keamanan dan ketertiban di wilayah Jawa Timur dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Mari kita bergandengan tangan untuk melakukan kegiatan pengamanan secara bersama-sama, untuk menciptakan bagaimana situasi kamtibmas di Jawa Timur dan secara umum negara Kesatuan Republik Indonesia ini bisa berjalan dengan baik dan kondusif, ” tegasnya.

“Saya ucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga kamtibmas, jadilah agen perdamaian di lingkungan masing-masing, sebarkan nilai toleransi kerukunan dan persaudaraan, dan ingatlah selalu bahwa kamtibmas adalah tugas kita semua. Mari kita kokohkan bersama demi Jawa Timur aman, damai dan sejahtera,” tambahnya.

Apel dan doa bersama ini diikuti  1.595 personel  terbagi dalam tujuh batalyon dengan puluhan satuan setingkat peleton (SST). Mereka berasal dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, perangkat desa/kelurahan, hingga elemen masyarakat seperti Senkom, Satkamling, Damkar, Banser, Kokam, Ormas, Satgas Parpol, Organisasi Pencak Silat, Mahasiswa, Organisasi Pemuda, hingga kelompok lintas agama. Kehadiran peserta apel ini menjadi bukti kuat bahwa seluruh potensi masyarakat Jawa Timur bersatu menjaga kamtibmas yang kondusif.

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X