Di Hari Jadi ke-80, Gubernur Ahmad Luthfi Paparkan Tren Positif Pembangunan Jawa Tengah

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 11:56 WIB

Batang, SUARA PEMBARUAN – Perjalanan pembangunan Jawa Tengah sepanjang semester pertama 2025 menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam upacara Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah yang digelar di kawasan KEK Industropolis Batang, Selasa (19/8/2025).

“Enam bulan saya bersama Gus Yasin memimpin Jawa Tengah, capaian pembangunan kita bergerak ke arah yang positif,” ujar Luthfi di hadapan peserta upacara.

Data yang dipaparkan membuktikan pernyataannya. Pertumbuhan ekonomi meningkat dari 4,96% pada triwulan I menjadi 5,28% pada triwulan II. Tingkat kemiskinan juga berhasil ditekan, dari 9,58% (semester II 2024) menjadi 9,48% (semester I 2025).

“Kita harap tren ini makin kuat, sebab tolok ukur keberhasilan pembangunan adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat melalui penurunan angka kemiskinan,” imbuhnya.

Sementara itu, inflasi tetap terkendali meski naik dari 0,75% menjadi 2,20%. Pemerintah provinsi terus memperkuat langkah stabilisasi harga dengan operasi pasar, pendirian posko inflasi, serta koordinasi lintas kabupaten/kota.

Sektor investasi juga tumbuh signifikan. Hingga semester I 2025, realisasi investasi Jawa Tengah mencapai Rp45,58 triliun—tertinggi di Pulau Jawa. Kontribusi terbesar datang dari Singapura, Tiongkok, Hongkong, Korea Selatan, dan Samoa Barat, terutama di sektor alas kaki, tekstil, karet-plastik, elektronik, serta kawasan industri. Kabupaten Demak menjadi daerah penerima investasi terbesar, diikuti Kendal, Batang, Kota Semarang, dan Kabupaten Semarang.

Capaian investasi ini juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja yang mencapai 222 ribu orang pada semester I 2025, tertinggi di Pulau Jawa. “Investasi padat modal sekaligus membuka lapangan kerja lebih luas, ini penting bagi Jawa Tengah,” kata Luthfi.

Dalam bidang pelayanan dasar, Pemprov Jateng juga mencatat sejumlah kemajuan. Untuk pendidikan, anggaran Rp9,355 triliun dialokasikan untuk renovasi 322 sekolah, pembangunan 10 sekolah baru, beasiswa 15 ribu siswa miskin, program bagi anak putus sekolah, serta modernisasi peralatan di 63 SMK. Di sektor kesehatan, pembangunan RS Mata Daerah Soepardjo Roestam tengah berjalan, disertai program asuransi kesehatan, Speling, dan layanan lainnya.

Di bidang perumahan, Pemprov menangani 26.356 unit rumah, sedangkan pada sektor pekerjaan umum dilakukan peningkatan jalan sepanjang 64,13 km, rehabilitasi 68,73 km, dan pemeliharaan rutin 2.307,26 km, disertai pembangunan jembatan dan irigasi. Sementara di bidang sosial, bantuan diberikan bagi 1.030 kelompok usaha bersama (Kube), sambungan listrik untuk rumah tangga kurang mampu, serta pelayanan panti.

Secara keseluruhan, Luthfi menilai capaian semester I 2025 menggambarkan kemajuan yang signifikan. Dengan semangat “Jawa Tengah Maju dan Berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045”, ia mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga kebersamaan dalam membangun provinsi.

“Jawa Tengah harus dibangun dengan semangat super team, bukan ego sektoral. Nyawa pembangunan kita adalah gotong royong, warisan para pendahulu yang harus kita lanjutkan,” tegasnya.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X