Bandara Ahmad Yani Kembali Berstatus Internasional, Ahmad Luthfi Kembangkan Penerbangan Perintis ke Karimunjawa dan Blora

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Minggu, 27 April 2025 | 16:15 WIB
Apron Bandara Jenderal Ahamd Yani Semarang
Apron Bandara Jenderal Ahamd Yani Semarang



Jepara, SUARA PEMBARUAN – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memperkuat konektivitas udara dengan membuka penerbangan perintis ke Bandara Dewandaru Jepara dan Ngloram Blora, menyusul keberhasilan menjadikan Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang kembali berstatus internasional.

"Status internasional ini menyiapkan Jawa Tengah sebagai pintu gerbang investasi dan pariwisata," ujar Ahmad Luthfi saat meninjau Bandara Dewandaru, Karimunjawa, Minggu (27/4/2025).

Untuk mendukung pertumbuhan investasi dan pariwisata, Luthfi mengungkapkan pihaknya tengah mengembangkan bandara perintis di wilayah Karimunjawa dan Blora. Upaya ini juga bertepatan dengan agenda Internasional Karimunjawa Skydiving and Adventure (KISA) pada 7–11 Mei 2025 yang diikuti peserta dari 59 negara.

"Bandara perintis ini akan meningkatkan daya tarik wisatawan, baik mancanegara maupun domestik. Karimunjawa adalah zona hijau yang sangat potensial," jelasnya.

Ahmad Luthfi juga telah memerintahkan Dinas Perhubungan untuk segera berkoordinasi terkait jadwal penerbangan baru dari dan ke berbagai negara. "Akan ada banyak penerbangan internasional yang masuk ke Jateng," katanya.

Sebelumnya, pada 25 April 2025, melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2025, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang resmi kembali berstatus sebagai bandara internasional. Keputusan ini juga berlaku untuk Bandara S.M. Badaruddin II Palembang dan Bandara H.A.S. Hanandjoeddin Bangka Belitung.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyambut gembira penetapan ini dan menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto serta Menteri Perhubungan.

"Ini momentum emas bagi Semarang untuk mempercepat arus wisatawan mancanegara, memperluas ekspor produk lokal, dan memperkuat posisi Jateng di kancah internasional," ujar Agustina.

Bandara Ahmad Yani kini siap menjadi pusat konektivitas global, didukung terminal baru berkonsep eco-airport yang diresmikan pada 2018, dengan kapasitas hingga 6 juta penumpang per tahun, memanfaatkan energi ramah lingkungan, dan lokasinya yang strategis di pesisir Utara Jawa Tengah.*

 

 

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X