Banyuwangi Ethno Carnival, Perkuat Budaya dan Peradaban Bangsa

Photo Author
Teguh LR, Suara Pembaruan
- Minggu, 13 Juli 2025 | 21:48 WIB
Salah satu atraksi dalam Banyuwangi Ethno Carnival di Taman Blambangan, Sabtu (12/7/2025), menarik perhatian wisatawan domestik maupun manca negara. (Ist)
Salah satu atraksi dalam Banyuwangi Ethno Carnival di Taman Blambangan, Sabtu (12/7/2025), menarik perhatian wisatawan domestik maupun manca negara. (Ist)

Surabaya, SUARA PEMBARUAN - Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) kembali masuk dalam pagelaran terpilih Karisma Event Nusantara (KEN) oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kegiatan ini  dinilai memiliki atraksi unggulan pariwisata yang memberikan efek positif luar biasa bagi daerah.

 
Mengusung tema "Ngelukat: Usingnese Traditional Ritual", BEC yang digelar  di Taman Blambangan Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (12/7/2025) berlangsung meriah dan berhasil menarik puluhan ribu  wisatawan domestik maupun mancanegara. 
 
Para pungunjung dimanjakan gegap gempita Parade Fashion Show Puteri Indonesia 2025, serta penampilan Fragment Ngelukat-Kidung Nyurup oleh Dewan Kesenian Blambangan.
 
Ada pula pagelaran musik serta tari yang menggabungkan seni tradisional dengan sentuhan modern. Selain menampilkan parade berbagai kostum, BEC juga menyediakan pameran dan kaleidoskop yang dapat dinikmati oleh para pengunjung.
 
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bahwa BEC memang milik Banyuwangi, tapi pengaruhnya dapat dirasakan oleh seantero nusantara bahkan dunia. Sehingga, memang layak menyandang status sebagai gelaran nasional dalam KEN.
 
Di Banyuwangi Ethno Carnival ini kita bisa melihat bagaimana kekayaan budaya  bisa menggambarkan life cycle manusia. Dari mulai kehamilan, 7 bulanan, turun tanah, sampai menikah dan seterusnya. Jadi ada proses yang terus dihidupkan berbasis budaya  Banyuwangi.
 
Untuk itu, Gubernur Khofifah memberikan apresiasi luar biasa pada semua pihak yang terlibat. Pasalnya, untuk membuat event berskala nasional dan terus berkelanjutan, dibutuhkan sinergitas semua lapisan masyarakat dan pemerintah untuk melestarikan dan memberikan yang terbaik setiap tahunnya.
 
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Kementerian Pariwisata RI  Masruroh menjelaskan,  tidak mudah untuk dapat menjadi acara terpilih pada KEN. Terlebih, BEC pernah masuk sebagai 10 terbaik KEN pada 2024 lalu.
 
Penilaian KEN tidak dilakukan Kementerian Pariwisata RI melainkan oleh dewan juri yang melihat dampak dan keberlanjutan acara. 
 
Pada kesempatan yang sama, Masruroh memberikan piagam KEN kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.  Terhadap pemberian penghargaan tersebut, Bupati Ipuk mengatakan, pengakuaan dari pemerintah pusat ini menjadi penting terhadap dampak positif yang diberikan.

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X