Jepara, SUARA PEMBARUAN — PT Solusi Bangun Indonesia Tbk melalui unit pengelolaan limbah ramah lingkungan, Nathabumi, menggandeng Yayasan Got Bag Indonesia untuk menggelar aksi bersih-bersih pantai di Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Jepara.
Kegiatan bertajuk Beach Clean-Up ini turut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, seperti Kepala Bidang Pengolahan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara, Anisah Salmah, Head of Alternative Fuel & Raw Materials PT Solusi Bangun Indonesia, Budi Yuliadi Nugraha, serta Direktur Got Bag Indonesia, Billy Adrianto.
Menurut data dari Sustainable Waste Indonesia, konsumsi plastik nasional hingga tahun 2024 telah menyentuh angka 26,5 kg per orang per tahun, dengan sebagian besar berasal dari sektor makanan dan minuman.
Sekitar 477 ribu ton limbah plastik berhasil diolah menjadi energi alternatif melalui teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF) dan pendekatan Waste-to-Energy. Namun, dari total 5,54 juta ton timbulan sampah plastik, sekitar 19 persen masih belum tertangani dan berpotensi mencemari lautan.
Budi Yuliadi menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Got Bag Indonesia merupakan bentuk komitmen baru Nathabumi dalam memperluas dampak lingkungan positif.
"Setelah menjadi pelopor teknologi RDF di Indonesia, kini kami bermitra dengan 16 pemerintah daerah. Melalui kerja sama ini, plastik laut, termasuk yang tak bisa didaur ulang, tetap dapat dimanfaatkan sebagai RDF," ujarnya.
Di bawah Solusi Bangun Indonesia, Nathabumi berfokus pada penyediaan bahan baku dan bahan bakar alternatif untuk mendukung produksi semen merek Dynamix dan Semen Andalas.
Upaya ini merupakan bagian dari strategi ekonomi sirkular perusahaan guna menurunkan emisi karbon. Perusahaan mencatat penurunan emisi karbon hingga 16,5 persen pada 2024, berkat penerapan berbagai inisiatif berkelanjutan, termasuk pemanfaatan RDF. Produk semen mereka bahkan menghasilkan emisi 38 persen lebih rendah dibandingkan semen konvensional.
Dalam kesempatan yang sama, Anisah Salmah memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi antara sektor industri dan organisasi lingkungan.
Ia menilai kegiatan ini sebagai contoh kolaborasi yang bisa direplikasi di wilayah lain. "Inisiatif ini penting untuk membangkitkan kesadaran dan menjadi inspirasi dalam pengelolaan sampah di daerah pesisir," kata Anisah.
Sampah yang dikumpulkan dari pantai kemudian diklasifikasikan, dikemas, dan dikirim ke fasilitas pengolahan Solusi Bangun Indonesia di Tuban, Jawa Timur, untuk diproses menjadi RDF — alternatif pengganti bahan bakar fosil.
Sementara itu, Billy Adrianto menekankan bahwa kegiatan Beach Clean-Up tidak sekadar aksi bersih-bersih, tapi juga sarana edukasi masyarakat.
Dengan mengusung semangat "Turning Trash into Purpose", Got Bag Indonesia aktif bekerja sama dengan masyarakat pesisir, nelayan, dan pelaku industri untuk mengelola limbah plastik laut secara berkelanjutan dan bermakna.*
Artikel Terkait
Pemkab Sleman Pasok 30 Ton RDF dari Sampah untuk Produksi PT SBI Pabrik Cilacap
Potensi Sampah 440 Ton Per Hari, SBI dan Pemkab Bantul Kerja Sama Olah Sampah Plastik
SBI Raih Good Mining Practice Award Provinsi Jawa Tengah 2024
Mempercepat Pembangunan Desa, SBI Raih 3 Penghargaan dari Kementerian Desa PDTT
Separuh Area Pabrik Cilacap Jadi Hutan Kota, SBI Lindungi Keanekaragaman Hayati dan Dorong Dekarbonisasi