Kolaborasi Hijau di Teluk Awur: Sampah Plastik Diolah Jadi Energi Alternatif

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 3 Juli 2025 | 09:32 WIB



Jepara, SUARA PEMBARUAN — PT Solusi Bangun Indonesia Tbk melalui unit pengelolaan limbah ramah lingkungan, Nathabumi, menggandeng Yayasan Got Bag Indonesia untuk menggelar aksi bersih-bersih pantai di Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Jepara.

Kegiatan bertajuk Beach Clean-Up ini turut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, seperti Kepala Bidang Pengolahan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara, Anisah Salmah, Head of Alternative Fuel & Raw Materials PT Solusi Bangun Indonesia, Budi Yuliadi Nugraha, serta Direktur Got Bag Indonesia, Billy Adrianto.

Menurut data dari Sustainable Waste Indonesia, konsumsi plastik nasional hingga tahun 2024 telah menyentuh angka 26,5 kg per orang per tahun, dengan sebagian besar berasal dari sektor makanan dan minuman.

Sekitar 477 ribu ton limbah plastik berhasil diolah menjadi energi alternatif melalui teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF) dan pendekatan Waste-to-Energy. Namun, dari total 5,54 juta ton timbulan sampah plastik, sekitar 19 persen masih belum tertangani dan berpotensi mencemari lautan.

Budi Yuliadi menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Got Bag Indonesia merupakan bentuk komitmen baru Nathabumi dalam memperluas dampak lingkungan positif.

"Setelah menjadi pelopor teknologi RDF di Indonesia, kini kami bermitra dengan 16 pemerintah daerah. Melalui kerja sama ini, plastik laut, termasuk yang tak bisa didaur ulang, tetap dapat dimanfaatkan sebagai RDF," ujarnya.

Di bawah Solusi Bangun Indonesia, Nathabumi berfokus pada penyediaan bahan baku dan bahan bakar alternatif untuk mendukung produksi semen merek Dynamix dan Semen Andalas.

Upaya ini merupakan bagian dari strategi ekonomi sirkular perusahaan guna menurunkan emisi karbon. Perusahaan mencatat penurunan emisi karbon hingga 16,5 persen pada 2024, berkat penerapan berbagai inisiatif berkelanjutan, termasuk pemanfaatan RDF. Produk semen mereka bahkan menghasilkan emisi 38 persen lebih rendah dibandingkan semen konvensional.

Dalam kesempatan yang sama, Anisah Salmah memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi antara sektor industri dan organisasi lingkungan.

Ia menilai kegiatan ini sebagai contoh kolaborasi yang bisa direplikasi di wilayah lain. "Inisiatif ini penting untuk membangkitkan kesadaran dan menjadi inspirasi dalam pengelolaan sampah di daerah pesisir," kata Anisah.

Sampah yang dikumpulkan dari pantai kemudian diklasifikasikan, dikemas, dan dikirim ke fasilitas pengolahan Solusi Bangun Indonesia di Tuban, Jawa Timur, untuk diproses menjadi RDF — alternatif pengganti bahan bakar fosil.

Sementara itu, Billy Adrianto menekankan bahwa kegiatan Beach Clean-Up tidak sekadar aksi bersih-bersih, tapi juga sarana edukasi masyarakat.

Dengan mengusung semangat "Turning Trash into Purpose", Got Bag Indonesia aktif bekerja sama dengan masyarakat pesisir, nelayan, dan pelaku industri untuk mengelola limbah plastik laut secara berkelanjutan dan bermakna.*

 

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X