Usai Insiden di Rinjani, Pemerintah Siapkan Evaluasi Menyeluruh SOP Pendakian Gunung

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 30 Juni 2025 | 14:25 WIB
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ungkap akan melakukan banyak evaluasi pada SOP pendakian gunung. (Instagram/rajaantoni)
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ungkap akan melakukan banyak evaluasi pada SOP pendakian gunung. (Instagram/rajaantoni)

 

 

Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Menyusul insiden jatuhnya pendaki asal Brasil, Juliana Marins, ke jurang Gunung Rinjani, pemerintah berencana melakukan pembenahan menyeluruh terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) pendakian gunung.

Melalui Kementerian Perhutanan, evaluasi tak hanya menyasar prosedur pendakian, tetapi juga perbaikan fasilitas pendukung yang ada di jalur-jalur pendakian.

Menteri Perhutanan Raja Juli Antoni menyatakan bahwa pemerintah juga akan mengevaluasi mekanisme evakuasi dan pencarian yang selama ini dilakukan oleh Basarnas.

“Peristiwa ini menjadi pemicu untuk meninjau ulang secara menyeluruh semua prosedur keamanan dan SOP yang berlaku,” ujar Raja Juli saat mengunjungi kantor Basarnas di Jakarta Pusat, Senin, 30 Juni 2025.

Salah satu langkah konkret yang akan diambil ialah pemasangan papan peringatan di titik-titik rawan serta pembangunan posko yang jaraknya lebih rapat dari sebelumnya.

“Kami menerima banyak masukan, misalnya papan informasi perlu dipasang di lebih banyak titik, juga perlunya posko yang lebih berdekatan agar mudah dijangkau,” jelasnya.

Dari sisi perlindungan pendaki, Raja Juli juga mengungkapkan rencana untuk menerapkan teknologi RFID yang ditanamkan dalam gelang. Teknologi ini diharapkan dapat mempercepat proses deteksi dan penanganan dalam situasi darurat.

“Sudah ada wacana penggunaan RFID atau ELT dalam bentuk gelang untuk mempermudah deteksi jika terjadi kondisi gawat darurat,” jelasnya.

Lebih lanjut, pemerintah juga akan meningkatkan kualitas pendampingan dengan mendorong sertifikasi pemandu pendakian dan menerapkan sistem peringkat bagi gunung-gunung di Indonesia.

“Contohnya, pendaki yang belum memiliki pengalaman mendaki gunung A yang risikonya rendah, belum diperkenankan mencoba gunung B yang lebih berisiko,” ujarnya.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X