Ini Kronologi 2 Wanita Pendaki Meninggal Dunia di Puncak Carstensz, Fiersa Besari: Terjebak di Area Tebing

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 4 Maret 2025 | 10:41 WIB
Musisi kenamaan Tanah Air, Fiersa Besari saat naik gunung. (Instagram.com/@fiersabesari)
Musisi kenamaan Tanah Air, Fiersa Besari saat naik gunung. (Instagram.com/@fiersabesari)

SUARA PEMBARUAN - Insiden yang dialami musisi Fiersa Besari yang bergabung bersama tim pendaki di Puncak Carstensz, tengah menuai sorotan publik Tanah Air di media sosial (medsos), pada Senin, 3 Maret 2025.Baca Juga: Atasi Banjir, Gubernur Helmi Hasan : Pemprov Bengkulu Siap Bantu Pemkot Bengkulu Perbaiki Siring

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melaporkan tim pendaki itu terdiri dari 13 orang, dan 2 orang di antaranya, Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti meninggal dunia.

Pendakian yang dilakukan oleh sang musisi ini menuju Puncak Carstensz Pyramid, Pegunungan Jayawijaya, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, sejak 28 Februari 2025 hingga turun gunung pada Minggu, 2 Maret 2025.

Terkini, Fiersa menuturkan kronologi dua wanita yang meninggal dunia dalam tim ekspedisi Puncak Carstensz.Baca Juga: Wali Kota Bengkulu Janjikan Seragam Baru Anggota Satpol PP dan Damkar

Kala itu, Fiersa tergabung dalam tim dan operator tur yang berbeda dengan mendiang Lilie Wijayanto dan Elsa Laksono.

"Saya tergabung dalam tim yang terdiri dari tiga orang," ungkap Fiersa melalui akun Instagram pribadinya @fiersabesari, pada Senin, 3 Maret 2025.

"Sementara Bu Lilie dan Bu Elsa tergabung dalam tim yang terdiri dari empat orang (beda tour operator). Kami ditemani para guide," tambahnya.Baca Juga: Closing Bulan K3, Pertamina Tegaskan Komitmen HSSE di Setiap Aspek Operasional

Lebih lanjut, Fiersa menceritakan kronologi insiden 2 wanita yang meninggal dunia di Puncak Carstensz itu.

Musisi sekaligus pegiat alam itu mengklaim dirinya saat itu telah berada di basecamp Yellow Yalley (YV) bersama temannya, Furky Syahroni.

"Rangkaian tragedi yang menimpa Bu Lilie dan Bu Elsa, juga tiga korban lainnya yang pada saat itu masih terjebak di area tebing," ungkap Fiersa.Baca Juga: Meski APBD Bengkulu Tengah Berat, Rachmat-Tarmizi Kometmen Program Masuk Visi Misi Akan Dieralisasikan

"Baru saya dan Furky Syahroni ketahui setelah kami tiba di basecamp YV, kami tiba 28 Februari 2025 - 22:48 WIT, dapat kabar 1 Maret 2025, sekitar 04 WIT," tambahnya.

Fiersa juga mengaku sempat berusaha melakukan kontak terhadap korban yang terjebak di area tebing itu hingga akhirnya 3 korban selamat berhasil dijemput tim relawan.

"Kaget dan sedit, tapi bersama orang-orang di YV, mengontak korban yang terjebak menggunakan HT agar tetap merespons," terangnya.Baca Juga: Band Sukatani Boleh Nyanyikan Lagu Bayar Bayar Bayar, Mulan Jameela Siap Kawal Jika Ada yang Coba Menghalangi

"Sampai akhirnya mereka dijemput oleh para relawan, baik lokal ataupun internasional, pada tanggal 1 Maret 2025. Alhamdulillah ketiganya selamat, meski sempat kritis," tandas Fiersa.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X