Semarang, SUARA PEMBARUAN — Di tengah hiruk-pikuk tren bisnis digital dan kecanggihan teknologi, Renata Safa Shybani, mahasiswi semester 6 jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) Binus University Kampus Semarang, menghadirkan sesuatu yang berbeda.Baca Juga: Habemus Papam!
Ia memulai sebuah bisnis bernama Senara, singkatan dari Scent of Nusantara, yang menyatukan keharuman alami Indonesia dengan semangat kemandirian dan cinta lingkungan.
“Semua dari lokal—dari bahan baku, pabrik, sampai pekerja. Saya ingin semuanya berasal dari Indonesia,” ujar Renata saat diwawancarai wartawan, Kamis (8/5/2025).Baca Juga: Telkomsel Kolaborasi Bersama Pemprov Papua Pegunungan Tingkatkan Layanan Akses Internet
Produk Senara memanfaatkan minyak atsiri hasil destilasi dari tanaman-tanaman herbal asli Indonesia seperti daun pala, serai, dan kayu putih, yang memiliki nilai aromaterapi dan efek psikologis bagi penggunanya.
Meskipun baru dimulai tahun ini, ide Senara telah matang sejak akhir 2024. Renata mengembangkan tiga produk awal: head to toe cleanser, liquid hand soap, dan hand cream. Ketiganya dirancang menggunakan bahan alami yang aman untuk kulit sensitif serta ramah lingkungan.Baca Juga: Robert Francis Prevost Terpilih Jadi Paus Baru: Paus Leo XIV
Yang menarik, semua hal dalam pengembangan brand ini dilakukan Renata sendiri: dari riset produk, desain kemasan, pemasaran, hingga perencanaan strategi. Dengan modal dari tabungan pribadi dan semangat start-up mandiri, Renata juga memanfaatkan kecanggihan AI untuk memperkuat konsep dan strategi bisnisnya.
“AI itu justru bikin saya produktif. Saya bisa selesaikan tugas yang harusnya seminggu jadi dua hari. Dan AI juga memantik ide-ide baru karena saya harus cari yang belum pernah ada,” jelasnya. Menurutnya, AI bukan alat pemalas, tapi pendorong kreativitas jika digunakan dengan benar.Baca Juga: Wagub Mian Minta MBG Dilaksanakan Merata Seluruh Kabupaten dan Kota di Bengkulu
Senara diakuinya belum resmi dipasarkan, namun akan dikenalkan secara perdana lewat expo kampus dalam bentuk tester dan sistem pre-order. Produksi penuh ditargetkan dimulai pada Juli atau Agustus 2025. Renata juga membuka peluang kolaborasi dengan Rumah Atsiri di Tawangmangu, Solo, tempat yang menjadi inspirasinya.Baca Juga: Darmawangsyah Targetkan Stunting Gowa Turun Menjadi 18 Persen
Di tengah dominasi merek luar dan industri besar, kehadiran Senara menjadi napas segar. Tidak hanya menjual produk, tapi juga membawa misi sosial: memberdayakan komunitas lokal, mengedukasi soal pentingnya produk ramah lingkungan, dan membangun rasa bangga terhadap kekayaan alam Indonesia.
“Senara bukan sekadar bisnis. Ini tentang aroma yang mengakar di budaya kita,” tutup Renata penuh semangat.Baca Juga: Selama lima Bulan, Damkar Kota Bengkulu Berhasil Evakuasi 50 Ekor Ular Sanca
Bisnis Florist
Ada pula Karen, mahasiswi jurusan Digital Bisnis semester 6 yang kini mulai serius menekuni bisnis florist yang ia beri nama Blosera. Terinspirasi dari program enhancement yang diikutinya, Karen mengaku lebih termotivasi dan mantap untuk memulai usaha di awal tahun ini, meski persiapannya sudah dimulai sejak 2024.Baca Juga: Misteri Rekaman Kim Sae-ron: Informan Diserang Brutal di AS, FBI Turun Tangan Ungkap Dugaan Konspirasi Aktor Ternama
Blosera saat ini fokus pada pembuatan buket bunga dalam berbagai varian, mulai dari bunga lokal hingga bunga impor yang didatangkan dari Jakarta, Surabaya, hingga Malang. Produk-produknya dijual melalui akun Instagram @bloseraflower dan masih dalam tahap soft opening untuk menjajaki pasar.
Harga buket di Blosera Fleur dibanderol mulai dari Rp250.000 hingga Rp500.000, tergantung pada jenis bunga dan desain yang di-custom oleh pelanggan. “Kalau bunga impor, satu tangkainya saja bisa lebih dari seratus ribu,” ungkap Karen.Baca Juga: Konsep Awal Pernikahan Bocor, Luna Maya & Maxime Bouttier Putuskan Siarkan Langsung di YouTube
Artikel Terkait
AS Didera Insiden Kecelakaan Pesawat Beruntun: Terkini, Kecelakaan Jet Bisnis saat Mendarat di Bandara Arizona
PHRI Bengkulu: Efisiensi Anggaran Pemerintah Akan Berimbas pada Bisnis Hotel
Film Animasi JUMBO Tunjukkan Kelas Dunia, BINUS @Semarang Bangga Rayakan Karya Anak Bangsa
UNDIP, Binus, dan SCCR Indonesia Perkuat Kolaborasi Inovatif untuk Kesejahteraan Masyarakat
Promedia Kenalkan Bisnis Content Creator Lewat CoreLab 2025 di FISIP UNTIRTA
BINUS University Semarang Cetak Talenta Siap Kerja Hadapi Tantangan Pengangguran dan Transformasi Industri 4.0