MENURUT, H. Noverisman Subing, SH, MM, MH, gelar adat Lampung Sutan Pengiran Ratu Sebuay Subing, Lampung dikenal sebagai daerah yang memiliki sejarah panjang dalam menerima transmigrasi penduduk dari Jawa.
Sejak zaman kolonial Belanda, penduduk Jawa telah dipindahkan ke Lampung secara paksa melalui program kolonisasi. Program ini dimulai sekitar tahun 1930-an di daerah Bagelan, yang sekarang masuk Kabupaten Pringsewu.
Sejarah Transmigrasi
Noverisman Subing menjelaskan bahwa transmigrasi penduduk Jawa ke Lampung terus berlanjut pada masa Orde Lama dan Orde Baru. Pada tahun 1940-an, penduduk asal Jawa ditempatkan di Metro, yang saat ini menjadi Kota Metro.
Baca Juga: Islam Memberikan Kedudukan Tinggi Bagi Kaum Wanita yang Shalihah
Kedatangan masyarakat Jawa disambut dengan suka cita oleh masyarakat Lampung, sehingga mereka dipersilahkan untuk menempati sebagian wilayah Metro yang masuk daerah Buay (Marga) Nuban.
Interaksi Antara Suku
Menurut Noverisman Subing, sejak saat itu, interaksi antara kedua suku terjalin. Penduduk pribumi Lampung yang biasa bercocok tanam dengan tanaman tahunan mulai mempelajari dan belajar menanam tanaman padi dan palawija yang berumur beberapa bulan.
Baca Juga: KNEKS Dorong 50 Persen Koperasi Merah Putih Terapkan Prinsip Syariah
Interaksi ini menunjukkan bahwa kedua suku dapat hidup berdampingan dan saling belajar dari satu sama lain.
Dampak Transmigrasi
Noverisman Subing juga menjelaskan bahwa transmigrasi penduduk Jawa ke Lampung memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan sosial, ekonomi, dan budaya di Lampung.
Penduduk Jawa membawa serta budaya dan tradisi mereka, yang kemudian berbaur dengan budaya Lampung. Hal ini dapat dilihat dari adanya percampuran bahasa, makanan, dan tradisi di Lampung.
Sejarah yang panjang dan interaksi yang harmonis antara suku Jawa dan Lampung, Lampung memang dapat disebut sebagai "sepotong Jawa di Sumatera".
Artikel Terkait
JK : Jadikan Negara Asia Tenggara Pusat Pendidikan Tinggi Islam
Adab Bekerja Bagi Seorang Islam
Jusuf Kalla Bertemu Wakil Grand Syaikh Al-Azhar, Bahas Kerja Sama Pendidikan Islam
Bazma Pertamina Patra Niaga JBT Berbagi di Momen Tahun Baru Islam, Santuni Puluhan Anak Yatim di Semarang
Dari Forum WCIT 2024 : Jusuf Kalla Ajak Mengakhiri Konflik di Negara-negara Islam
Teror Ledakan Pager di Lebanon Menandakan Umat Islam Tertinggal Teknologi
Indonesia dan Mesir Miliki Kesamaan Memandang Islam Moderat dan Junjung Tinggi Toleransi
Prabowo Minta kepada Mahasiswa RI di Al Azhar Kairo untuk Belajar Islam yang Sejuk
Islam Memberikan Kedudukan Tinggi Bagi Kaum Wanita yang Shalihah
Sri Mulyani dan Menkeu China Bahas Tarif Impor AS hingga Kolaborasi ASEAN+3 di Milan
KNEKS Dorong 50 Persen Koperasi Merah Putih Terapkan Prinsip Syariah