Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Sutradara film box office tahun 2025, Jumbo, Ryan Adriandhy, membuka kisah masa lalunya saat harus berjuang dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) ketika masih bersekolah.
Dalam pernyataannya, Ryan mengungkap bahwa gejala ADHD mulai dirasakannya sejak duduk di bangku sekolah, di mana ia mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian saat pelajaran berlangsung.
"Sejak kecil aku agak susah fokus di kelas. Minatku gampang berpindah-pindah, jadi sulit untuk benar-benar mendengarkan guru," ujar Ryan saat ditemui awak media di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Minggu, 4 Mei 2025.
Sebagai seorang anak, Ryan mengaku lebih sering terdistraksi oleh hal-hal di sekelilingnya. Ia pun cenderung mengalihkan perhatian dari pelajaran dengan menggambar atau mengobrol bersama teman-temannya.
"Aku jadi lebih sering gambar atau ngobrol ketimbang memperhatikan guru. Tapi dari situlah muncul banyak ide di kepala, dan aku merasa punya energi yang nggak habis-habis," lanjutnya.
Sutradara yang juga dikenal sebagai komika ini menambahkan bahwa dirinya sempat menjalani sesi konsultasi dengan profesional ketika kecil, bukan untuk menghilangkan ADHD, tetapi untuk memahami kondisinya dengan lebih baik.
"Bukan untuk menyembuhkan, tapi lebih kepada diajak kenalan dengan kondisi ini. Supaya aku tahu bahwa kalau bisa dikendalikan, ini bisa jadi kekuatan," jelas Ryan.
Lantas, apa itu ADHD? ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas adalah gangguan perkembangan saraf yang umumnya muncul pada masa kanak-kanak, namun bisa berlanjut hingga dewasa. ADHD ditandai oleh tiga gejala utama:
Kesulitan memusatkan perhatian (inattention) – mudah teralihkan, sulit fokus pada tugas, sering lupa atau kehilangan barang.
Hiperaktivitas (hyperactivity) – sangat aktif, gelisah, sulit duduk diam.
Impulsivitas (impulsivity) – bertindak tanpa berpikir panjang, sulit menunggu giliran, sering menyela orang lain.
ADHD bukan karena malas atau tidak disiplin, tapi berkaitan dengan cara kerja otak, terutama dalam mengatur perhatian, perilaku, dan emosi. Kondisi ini bisa memengaruhi prestasi di sekolah, hubungan sosial, dan keseharian seseorang.
Artikel Terkait
Truk Jumbo Gelar Demo Aturan ODOL di Surabaya
Ini Alpukat Jumbo, Berat 1,8 kg, Panjang 40 cm
Film Jumbo Sudah Ditonton 5 Juta Moviegoers, Wapres Gibran : Era Baru Industri Animasi Indonesia
Film Animasi Jumbo Ternyata Terinspirasi Kisah Bullying Masa Kecil yang Dialami Sutradara Ryan Adriandhy
Film Animasi JUMBO Tunjukkan Kelas Dunia, BINUS @Semarang Bangga Rayakan Karya Anak Bangsa