Sebelumnya diberitakan, sejumlah petani di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara membuang pisang ke laut akibat karena tidak bisa dijual. menyusul terisolasinya pulau ini, akibat macetnya transportasi laut karena pendangkalan Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, Sabtu (3/5/2025).
"Para petani pisang kebingungan hasil pisang tak bisa diangkut maka mereka buang ke laut, tepatnya di Pelabuhan Kahyapu, Pulau Enggano," kata Kepala Desa Kaana, Alamudin saat dihubungi melalui telepon, Minggu (4/5/2025).
Baca Juga: Gubernur Helmi Minta OPD Pemprov Bengkulu Harus Responsif Tanggapi Keluhan Masyarakat
Menurut Alamudin, sejak alur pelabuhan Pulau Baai di Kota Bengkulu dangkal sebabkan kapal pengangkut penumpang dan hasil bumi menjadi tersendat. Hasil bumi seperti pisang, ikan tak dapat dijual.
Sementara itu, kapal Pertamina yang menyuplai BBM juga tak bisa merapat ke Pelabuhan Pulau Baai. Pertamina mengirimkan suplai BBM melalui darat sehingga tak mampu menyuplai kebutuhan bahan bakar untuk kapal yang melepas jangkar di tengah laut.