Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Presiden Prabowo memberikan sambutan dalam rangka peringatan Hari Buruh Nasional 2025.Baca Juga: Pemerintah Terapkan Skema Baru Penyaluran Tunjangan Guru ASN Daerah, Anggaran 2025 Capai Rp66,92 Triliun
Acara tersebut digelar di kawasan Monas, Jakarta, pada Kamis, 1 Mei 2025, yang menjadi titik kumpul utama aksi para buruh.
Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti sejumlah keluhan dari kalangan pekerja yang hadir, termasuk soal pajak penghasilan.Baca Juga: Pemerintah Salurkan Rp2,3 Triliun untuk Makan Gratis, 3,26 Juta Warga Sudah Terima Manfaat
Menanggapi langsung keluhan itu, Prabowo menyatakan akan mempertimbangkan ulang kebijakan pajak bagi buruh bergaji kecil.
“Saya akan tinjau lagi, karena pajak besar seharusnya hanya untuk yang penghasilannya besar,” kata Prabowo dari atas podium.Baca Juga: Suzuki Fronx 2025 Siap Meluncur di Indonesia, Tampil dengan Gaya Coupe SUV Modern dan Sporty
Ia sempat melontarkan candaan bahwa tidak seharusnya buruh bergaji rendah dibebani pajak tinggi.
“Kalau gaji kecil, ngapain dipajak? Tapi kalau pajaknya kecil-kecil boleh lah, ya kan?” ujar Prabowo.
“Bayar sedikit-sedikit, nggak apa-apa,” tambahnya dengan nada santai.Baca Juga: Bersepeda Menuju Beranda Perbatasan Indonesia-Papua Nugini
Menutup pidatonya, Prabowo menyerukan kerja sama antara pemerintah dan buruh untuk menjaga kekayaan bangsa.
“Ayo kita jaga kekayaan Indonesia bersama. Negara ini harus dinikmati oleh seluruh rakyat, termasuk buruh,” tegasnya.*
Artikel Terkait
Pemprov Jateng Hapus Tunggakan Pajak Kendaraan dan Denda Mulai 8 April
Peminat Membludak, Program Penghapusan Denda Pajak Kendaraan Bermotor "Tak Diskon Maka Tak Sayang" Diserbu Ratusan Warga
Warga Jateng Antusias, 3 Hari Program Pemutihan Pajak 2025 Tembus Rp28 Miliar
Tarif Opsen di Jateng Picu Kekhawatiran: Pajak Kendaraan Naik hingga 48%, Melebihi Thailand
Disorot karena Pajak Menunggak, Dedi Mulyadi Mutasi Mobil ke Jawa Barat dan Ganti Pelat Nomor