Bengkulu, SUARAPEMBARUAN- Kanopi Hijau Indonesia (KHI) bersama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Bengkulu meluncurkan Sekolah Energi Bersih (SEB) Jilid 3.
Program ini menjadi ruang edukasi dan aksi nyata menuju transisi energi terbarukan, adil, dan berkelanjutan dengan melibatkan generasi muda dan komunitas adat sebagai aktor utama.u
Sebelumnya, SEB telah sukses menggalang dukungan publik untuk memasang panel surya di SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu (SEB Jilid 1) dan gabungan panel surya dan turbin angin di SMA Sint Carolus Bengkulu (SEB Jilid 2).
Baca Juga: Berantas Praktik Prostutisi, Wali Kota Dedy Wahyudi Razia Warem dan Penjual Miras di Kota Bengkulu
SEB Jilid 3, bertema “Daulat Energi bagi Masyarakat Adat”, meliputi pendidikan publik tentang energi bersih, penggalangan donasi, dan pemasangan pembangkit energi terbarukan di Pusat Studi AMAN Bengkulu.
Peluncuran yang digelar di Pusat Studi AMAN ini diisi dengan dialog bertema “Transisi Energi dari Bumi Adat: Gerakan Kolektif Menuju Keadilan Iklim”, menghadirkan Ketua Kanopi Hijau Indonesia Ali Akbar, Pengurus Dewan Nasional AMAN Deff Tri Hardianto, Kepala SMA Sint Carolus Sulistyanta, dan Kepala SMA Muhammadiyah 4 Sutanpri.
Baca Juga: Pengiriman Ratusan Ekor Kumbang Tanduk Tanpa Dokumen Resmi Digagalkan Karantina Bengkulu
Ali Akbar menegaskan, SEB adalah bentuk perlawanan terhadap energi kotor seperti PLTU batubara, dan mengajak publik bertindak revolusioner dalam menghadapi krisis iklim. "Transisi energi berbasis komunitas adalah keniscayaan. Tidak bisa lagi ada tindakan biasa-biasa saja," ujar Ali.
Sementara itu, Deff Tri Hardianto mengatakan, komunitas adat adalah kelompok paling rentan terhadap krisis iklim. Karena itu, AMAN Bengkulu melibatkan 76 komunitas adat dalam program ini. Pembangkit energi bersih yang dipasang di Sekretariat AMAN akan menjadi sumber listrik untuk pusat pendidikan adat, laboratorium energi bersih, dan pusat dokumentasi budaya.
Baca Juga: Muhammad Soleh : IKJPP Siap Berkontribusi Bangun Bengkulu
Kepala SMA Sint Carolus, Sulistyanta, menceritakan keberhasilan SEB Jilid 2. Pembangkit energi terbarukan di sekolahnya telah mendukung operasional aula, ruang administrasi, komputer, AC, CCTV, dan bel sekolah. “Kami juga membawa siswa belajar langsung ke PLTA Musi untuk mengenal sumber energi terbarukan,” katanya, di Bengkulu, Minggu (27/4/2025).
Sutanpri dari SMA Muhammadiyah 4 mengingatkan pentingnya menjadikan energi terbarukan sebagai sumber utama, bukan alternatif. Ia menyoroti pengalaman global yang menunjukkan transisi energi harus segera dilakukan untuk menghentikan ketergantungan pada energi fosil.
aca Juga: Dies Natalis Unib Momentum Majukan Kampus dan Bangun Desa di Bengkulu
Peluncuran SEB Jilid 3 dihadiri komunitas adat, mahasiswa, pemuda, dan pelajar. Acara ini juga menampilkan stand energi bersih, informasi perjuangan masyarakat adat, serta workshop membuat gelang tradisional dari resam, tumbuhan khas Bengkulu.