Bengkulu, SUARAPEMBARUAN-Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta yang tergabung dalam Koalisi Raflesia Mekar menggelar aksi damai dii depan Kantor Gubernur Bengkulu.
Aksi dami ini mereka gelar berketapan dengan peringatan Hari Bumi Sedunia tahun 2025, Selasa (22/4/2025). Aksi yang mereka laksanakan tersebut, untuk menyuarakan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kerusakan lingkungan di Bengkulu, serta dampak buruk yang dialami masyarakat daerah ini.
Teo Ramadhan Zyang selaku koordinator aksi yang juga Presiden Mahasiswa BEM UNIB kepada wartawan mengatakan, ada empat poin tuntutan yang mereka suarakan mulai dari desakan penyelesaian pendangkalan pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, persoalan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Sepang, dimana selama ini dikeluhkan masyarakat setempat karena dampak buruk yang dirasakan dan belum juga terselesaikan.
Baca Juga: Honorer Non Data Base Pemprov Bengkulu Gelar Aksi Damai Minta Kejelasan Nasib
Selain itu, kriminalisasi terkait perizinan lahan petani yang dikatakannya dipaksa untuk ditandatangani serta perizinan hutan lindung menjadi hutan produksi seiring dengan pertambangan emas yang dibuka di Kabupaten Seluma.
"Kami ingin mencegah dan mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, untuk mengeluarkan kebijakan yang pro terhadap rakyat. Kami dari Koalisi Raflesia Mekar akan mem-follow up terkait dengan aspirasi ini," kata Teo.
Mahasiswa Bengkulu juga memberikan waktu agar Pemerintah Provinsi Bengkulu menindaklanjuti aspirasi mereka, dan melakukan peninjauan terhadap persoalan-persoalan yang mereka sampaikan dalam aksi tersebut.
Baca Juga: UTBK-SBNBT Unib Diikuti 9.224 Peserta, Berjalan Aman, dan Lancar Tanpa Terjadi Kecurangan
Setelah berorasi panjang lebar di depan kantor Gubernur Bengkulu, Pemprov Bengkulu yang diwakili Asisten II, Raden Ahmad Denni didampingi Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Donni Swabuana.
Selain itu,Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu, Syafnizar, Staf Ahli Gubernur, Sisasrdi dan Kepala Kesbangpol Provinsi Bengkulu, Jaduliwan menerima dan menanggapi permintaan dari para mahasiswa dengan duduk bersama di depan gerbang Kantor Gubernur Bengkulu.
Denni mengatakan aspirasi mahasiswa yang tertuang dalam berita acara yang telah ditandatangani tersebut, akan disampaikan kepada Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.
Baca Juga: DPRD Provinsi Bengkulu Dukung Pemkab Rejang Lebong Berantas Narkoba
"Sekarang Pak Gubernur Helmi, wakil Gubernur Mian, dan Sekda Herwan Antoni, sedang tidak berada di tempat. Jadi, kami menerima kehadiran para mahasiswa, namun posisi kami tidak untuk mengambil keputusan. Semuanya Pak Gubernur nantinya memberi tanggapan atas tuntutan tersebut," ujar Deny.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Walhi Bengkulu, Dodi Faisal mengatakan, pertambangan emas PT ESDM di Seluma, sudah masuk mulai dari tahun 2010 sampai pada masa peningkatan perizinan di Januari 2025.