Semarang, SUARA PEMBARUAN – Bank Indonesia Jateng dan Pemprov Jateng akan berkolaborasi untuk memetakan sumber-sumber ekonomi baru. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa terdapat banyak hal yang dapat dikerjasamakan dengan BI Jawa Tengah, termasuk pengendalian inflasi dan peningkatan ekonomi di wilayah tersebut.Baca Juga: NETA Siap Lebaran: Pastikan Mudik Dengan Mobil Listrik Tanpa Rasa Cemas
Kolaborasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi-potensi ekonomi baru yang dapat dikembangkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Selain itu, upaya pengendalian inflasi juga menjadi fokus penting dalam kerjasama ini, mengingat inflasi yang terkendali akan menciptakan stabilitas ekonomi yang lebih baik dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.Baca Juga: Polda Jateng Tindak Tegas Produsen Curang “Minyakita” di Karanganyar, 89.856 Botol Disita
“Kita akan membuat kerja sama, diantaranya intervensi harga bahan pokok. Ini penting pada saat jelang Lebaran ini. Caranya dengan operasi pasar,” kata Luthfi saat menerima kunjungan direksi Bank Indonesia Perwakilan Jateng di Kantornya pada Jumat, 14 Maret 2025.
Dalam peningkatan perekonomian di Jateng, Luthfi menambahkan, Ia menekankan pada program pembinaan usaha kecil mikro dan menengah (UMKM). Pada sektor lain, juga pengembangan potensi pariwisata.Baca Juga: Hadirkan Layanan Unggulan, Tekomsel Siaga 2025
“Ini penting untuk ditekankan kembali. Sehingga PAD (Pendapatan Asli Daerah) seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah bisa meningkat lagi,” ujarnya.
Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonedisa Jateng, Rahmat Dwisaputra mengaku, siap membantu Pemprov Jateng dalam merealisasikan program-program kerjanya, terutama terkait dengan intervensi inflasi dalam waktu dekat ini. Caranya dengan mobilisasi gerakan pangan murah di beberapa tempat untuk menjaga stabilitas harga pangan.Baca Juga: Terkait Penundaan Pengangkatan CASN 2024, Wapres Gibran Sebut Prabowo Punya Solusi
Kedepan, lanjut Rahmat, pihaknya bersama Pemprov Jateng juga menaruh perhatian pada peningkatan potensi sumber-sumber ekonomi baru. Tujuannya untuk peningkatan PAD wilayah setempat.
“Bisa di bidang perdagangan, pariwisata, maupun investasi. Yang paling potensial yakni industri yang terkait dengan hilirisasi pertanian,” katanya.Baca Juga: Terkait Penundaan Pengangkatan CASN 2024, Wapres Gibran Sebut Prabowo Punya Solusi
Untuk intervensi pada sektor hilirisasi pertanian, lanjut dia, strategi yang dia dilakukan adalah dengan menambah insentif bagi para petani untuk terus berusaha pada bidang tersebut.
Dia melanjutkan, digitalisasi keuangan juga menjadi perhatian Bank Indonesia bersama Pemprov Jateng. Agenda itu juga dinilai bisa menambah PAD, seperti kemudahan saat masuk destinasi wisata, pembayaran retribusi, dan lainnya.*
Artikel Terkait
Bank Indonesia Yogyakarta Luncurkan Jogja QRIStimewa
Gerakan Ekonomi Masyarakat, Bank Indonesia dan Pemprov Bengkulu Festival Kopi
Bank Indonesia Puji Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu Triwulan II 2024 Tercatat 4,7 Persen
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Prabowo : Jaga Uang Rakyat
Bank Indonesia : Peredaran Uang Tunai di Bengkulu Meningkat Tajam pada Desember 2024