Tanggapi Keluhan Siswa SMA Razia Rambut, Gubernur Helmi Hasan Datangkan Barbershop ke Sekolah

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Jumat, 7 Maret 2025 | 18:05 WIB
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan ketika sidak ke SMAN 2 Kota Bengkulu mendatangkan Barbershop ke sekolah untuk mengunting rambut siswa yang panjang tanpa biaya alias gratis.(Foto/MC Bengkulu)
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan ketika sidak ke SMAN 2 Kota Bengkulu mendatangkan Barbershop ke sekolah untuk mengunting rambut siswa yang panjang tanpa biaya alias gratis.(Foto/MC Bengkulu)

Bengkulu,SUARAPEMBARUAN-Merespon keluhan sejumlah siswa SLTA sederajat soal razia rambut dilakukan sekolah dinilai mereka secara berlebihan, sehingga membuat sebagian siswa meresa tertekan.

Keluhan siswa soal razia rambut ini sampai ke telinga Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. Keluhan itu ramai disampaikan melalui siaran langsung di akun TikTok-nya.

Merespons hal itu, Helmi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMA Negeri 2 Kota Bengkulu, Kamis (6/3/2025). "Ini curhatan anak-anak sekolah di TikTok saya. Solusinya, kita datangkan barbershop langsung ke sekolah," ujarnya.

Baca Juga: Gubernur Helmi Hasan Pastikan Gaji THL Pemprov Bengkulu Dibayarkan Jelang Lebaran

Niat sekolah bagus untuk mendisiplinkan siswa, tapi saya imbau jangan sampai razia rambut justru membuat mereka merasa terintimidasi," kata Helmi. Langkah ini mendapat respons positif dari berbagai pihak, termasuk siswa, tenaga pendidik, serta komunitas barbershop.

Ketua Komunitas Tukang Cukur Bengkulu (TCB), Remin, menilai program tersebut tidak hanya membantu menegakkan kedisiplinan di sekolah, tetapi juga memberi peluang bagi barbershop lokal untuk lebih berkembang.

“Terima kasih Pak Gubernur Helmi Hasan yang telah memberi kepercayaan kepada kami. Kami siap mendukung program ini,” ujar Remin.

Baca Juga: Rugikan Negara Ratusan Miliar, PT Agro Bengkulu Selatan Dilaporkan Walhi ke Jaksa Agung RI

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Kota Bengkulu, Wan Pisata, menyebut kehadiran barbershop di sekolah sebagai bukti kepedulian Gubernur terhadap siswa dan budaya kerapian.

“Terima kasih, Pak Gubernur. Kami berharap program ini berkelanjutan agar anak-anak semakin rapi dan semakin dekat dengan pemimpinnya,” kata Wan.

Baca Juga: Jadwal Pengangkatan CPNS dan PPPK 2024 Mundur akibat Efisiensi? Ini 4 Alasan yang Diungkap Menpan RB Rini Widyantini

Selain razia rambut, Helmi juga menyoroti berbagai kebijakan sekolah yang berpotensi memberatkan siswa dan orang tua, seperti pungutan biaya study tour, uang perpisahan hingga ijazah yang tertahan.

Ia memastikan tidak kedepan ada lagi praktik semacam itu di sekolah-sekolah di Bengkulu. "Jika masih ada sekolah melanggar imbuan Pemprov Bengkulu, maka dipastikan akan diberikan sanksi tegas sesuai aturan berlaku," ujarnya.(*)

 

Halaman:

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X