Tanda-Tanda Keuangan yang Menggambarkan Kelas Menengah: Dari Kredit Rumah hingga Tabungan Darurat

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 20 Agustus 2025 | 14:14 WIB
Ilustrasi kondisi warga yang berada dalam kelompok kelas menengah secara finansial. (Unsplash.com/Andriy Nestruiev)
Ilustrasi kondisi warga yang berada dalam kelompok kelas menengah secara finansial. (Unsplash.com/Andriy Nestruiev)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN Kelas menengah kerap menjadi pusat perhatian dalam diskusi ekonomi Indonesia. Kelompok ini dipandang strategis karena daya belinya mampu menggerakkan roda pertumbuhan nasional.

Menurut Bank Dunia, kelas menengah di Tanah Air adalah mereka yang memiliki konsumsi harian antara Rp4,5 juta hingga Rp23 juta per orang per bulan. Namun, indikator tersebut bukan satu-satunya penentu. Faktor seperti pendidikan, pekerjaan, dan kepemilikan aset juga menjadi pertimbangan penting.

Laporan Yahoo Finance menyoroti beberapa ciri utama yang kerap melekat pada kelompok kelas menengah, di antaranya:

1. Rumah dengan Skema Kredit
Salah satu tanda umum adalah kepemilikan rumah, biasanya melalui cicilan KPR. Rumah kerap menjadi komponen terbesar dari aset, sekitar 80 persen. Meski masih mencicil, kepemilikan ini dianggap menandakan kestabilan keuangan karena pemilik tak lagi terbebani biaya sewa bulanan. Sebaliknya, mereka yang masih menyewa umumnya berada di luar atau di batas bawah kelas menengah.

2. Memiliki Investasi
Selain menabung, kelas menengah umumnya sudah berani menaruh dana pada instrumen investasi, baik reksa dana, saham, obligasi, maupun instrumen lain. Langkah ini menunjukkan kesadaran untuk menumbuhkan aset dalam jangka panjang, bukan sekadar menyimpan uang.

3. Mempersiapkan Pensiun
Perilaku finansial kelas menengah biasanya juga mencakup alokasi khusus untuk hari tua. Kesadaran akan pentingnya dana pensiun menjadi pembeda, karena mereka terbiasa mengatur keuangan untuk kebutuhan masa depan.

4. Fleksibel dalam Karier
Kelas menengah cenderung berani meninggalkan pekerjaan yang dirasa tidak sesuai tanpa takut kehilangan penghasilan secara total. Keyakinan ini lahir dari adanya penyangga finansial berupa tabungan atau aset, sehingga mereka lebih leluasa mencari peluang baru.

5. Memiliki Dana Darurat
Salah satu fondasi utama adalah tabungan darurat. Dana ini disiapkan untuk menghadapi kondisi tak terduga, misalnya saat kehilangan pekerjaan atau harus menanggung biaya kesehatan. Dengan adanya cadangan ini, risiko finansial bisa ditekan dan stabilitas tetap terjaga.

Dengan demikian, status kelas menengah tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan bulanan. Kepemilikan rumah, investasi, dana pensiun, serta kesiapan menghadapi keadaan darurat justru menjadi fondasi yang membedakan mereka dengan kelompok lain dalam struktur ekonomi masyarakat.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Perdana, Jogja Scooter Parade digelar Tahun Depan

Minggu, 28 September 2025 | 21:58 WIB

5 Ide Bisnis Modal Kecil yang Cocok untuk Pemula

Senin, 1 September 2025 | 05:26 WIB
X