Yogyakarta, SUARAPEMBARUAN — Kota Yogyakarta yang kental budaya dan kreativitas ini kembali didaulat menjadi ajang perdana (JSP), sebuah ajang yang bakal memikat para pecinta skuter dari seluruh penjuru Indonesia dan mancanegara. Jogja Scooter Parade (JSP) akan digelar pada 25–26 Juli 2026, menghadirkan perayaan besar yang menggabungkan dunia skuter, seni, budaya, dan industri kreatif. Salah satu penggagas acara, Tjahjo Widjojono, menyebut JSP sebagai momentum kebangkitan komunitas skuter di Yogyakarta.
Berawal dari obrolan santai antara Tjahjo Widjojono, Andien Nahar Bento, Sutoto dan Erick Aryanto Putro, gagasan Jogja Scooter Parade muncul sebagai jawaban atas vakumnya event skuter berskala besar di Jogja. “Kami ingin menghadirkan sesuatu yang benar-benar original, bukan sekadar parade biasa. Jogja itu magnet, dan kami ingin JSP jadi magnet baru bagi pecinta skuter,” ujar Tjahjo. Acara ini tak hanya menampilkan Vespa, tetapi juga berbagai jenis skuter seperti Lambretta, Bajaj, Merak, hingga Scoomadi generasi terbaru yang baru saja launching. Bahkan skuter modern seperti Yamaha NMAX dan Honda akan turut meramaikan, meski porsi utama tetap pada Vespa dan skuter klasik.
JSP akan menjadi ruang pamer kreatifitas dan kreasi bagi bengkel, garasi, dan pelaku UMKM lokal.
Pengunjung bisa menikmati hasil karya modifikasi, kontes skuter berbagai kelas (ori, etnik, rare, hingga custom ekstrem). Tersedia ruang sinema parade bagi mereka yang gemar mendokumentasikan touring komunitas dengan menampilkan film dokumenter touring komunitas skuter. “Kami sangat ingin mengedukasi teman-teman agar karya mereka tak hanya diunggah ke YouTube, tapi juga mendapat apresiasi dan penghargaan,” tambah Tjahjo.
Untuk mengoptimalkan ruang outdoor JEC, Tim JSP juga berrencana menghadirkan “tong setan” versi skuter dan Gymkhana Scooter, semacam ketangkasan atau freestyle ride, sebuah ajang ketrampilan yang sudah lama ada di Indonesia namun jarang ada di manca negara. Aksi para rider tong setan dan freestyler diyakini menjadi daya Tarik tersendiri bagi para Pecinta Skuter dari Luar negeri. Panggung hiburan dengan artis-artis nasional, dan fun trail sebuah balapan skuter di sirkuit tanah akan turut memberikan warna untuk gelaran perdana JSP ini.
Kurang lebih 8.000–10.000 pengunjung ditargetkan hadir dalam dua hari pelaksanaan JSP. Namun, seleksi ketat akan diterapkan untuk menjaga kualitas peserta. Tjahjo menegaskan “Kami tidak menerima skuter yang tidak layak jalan atau ‘sampah’. Sterilisasi akan dilakukan sejak awal,”.
Dengan tema besar “Skuter Culture and Celebration”, JSP 2026 diharapkan menjadi agenda tahunan yang terus berkembang. “Ini baru permulaan. Kami ingin JSP menjadi ruang kreasi, apresiasi, dan perayaan budaya skuter yang otentik,” pungkas Tjahjo mengakhiri keterangannya.
Artikel Terkait
HOBIKOE Dukung Indonesia Custom Show
CITCOM CONNEXT 2025 Satukan Pemerintah, Komunitas, dan Dunia Usaha Bahas Masa Depan AI di Indonesia
GIIAS Semarang 2025 Resmi Dibuka, Hadirkan Enam Merek Baru dan Dukung Pertumbuhan Industri Otomotif