kuliner

5.000 Chef Profesional Siap Dampingi BGN Tingkatkan Mutu Program Makan Bergizi Gratis

Sabtu, 11 Oktober 2025 | 06:05 WIB
BGN berencana menggandeng 5.000 chef untuk memperkuat program MBG. (indonesia.go.id)


Jakarta, SUARA PEMBARUAN — Pemerintah terus memperkuat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjadi perhatian publik.Baca Juga: Berharap Bisa Diterapkan di Indonesia, Pelatihan Vokasi Perikanan di Dalian Ditutup

Dalam upaya meningkatkan kualitas gizi dan keamanan pangan, Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng Indonesian Chef Association (ICA) untuk menurunkan 5.000 chef profesional ke dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah di Indonesia.Baca Juga: BPOM Bengkulu-Unib Bangun Kemitraan Pengawasan Pangan dan Pendidikan

Para chef tersebut akan mendampingi dan melatih para pengelola dapur agar mampu mengolah makanan secara higienis, bergizi, serta sesuai standar profesional. Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara BGN dan ICA yang digelar pada Rabu, 8 Oktober 2025.

“Chef profesional ini akan mulai diterjunkan ke berbagai wilayah Indonesia pada Senin, 13 Oktober mendatang,” ujar Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam keterangan resmi, Jumat (10/10/2025).Baca Juga: Pengajian Akbar dan Sembako Murah Pelajar di Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu

Menurut Dadan, kerja sama dengan ICA adalah langkah strategis untuk memastikan setiap makanan dalam program MBG memenuhi standar gizi dan keamanan pangan.
“Kami ingin anak-anak penerima manfaat MBG mendapatkan makanan yang bukan hanya bergizi, tapi juga diolah secara benar dan aman,” tegasnya.

Komitmen ICA Dukung Program Nasional

Ketua Umum ICA, Chef Susanto, menyampaikan apresiasi atas langkah BGN yang telah membentuk lebih dari 10.700 SPPG di seluruh Indonesia per 7 Oktober 2025. Ia menegaskan, ICA siap memberikan dukungan penuh terhadap program MBG yang menjadi salah satu prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.Baca Juga: Pulang Salat Jumat di Masjid Baitul Izzah Bengkulu Anak Sekolah Bawa Beras dan Nasi Bungkus

“ICA memahami adanya beberapa kasus terkait keamanan pangan belakangan ini, dan kami berkomitmen mendukung penuh keberlanjutan program MBG demi anak-anak Indonesia,” ujar Susanto.

Ia menilai, wacana penghentian sementara program MBG bukan solusi yang tepat. Sebaliknya, penguatan kapasitas tenaga dapur melalui pelatihan langsung dari para chef profesional merupakan langkah yang lebih konstruktif.


“Kami tidak hanya mendukung, tapi juga siap turun langsung memberikan pelatihan teknis, bimbingan, dan sertifikasi bagi pengelola SPPG di seluruh Indonesia,” tandasnya.Baca Juga: Pembangunan RSD Sungai Lemau Bengkulu Tengah Segera Rampung, Pemda Siapkan Belasan Dokter Spesialis


Sebagai organisasi profesi yang memiliki jaringan di seluruh provinsi, ICA menaungi para chef bersertifikat nasional dan internasional dengan pengalaman luas dalam pengelolaan kuliner yang sehat, aman, dan berkualitas.

Melalui kemitraan ini, ICA berharap dapat menjadi mitra strategis BGN dalam memperkuat tata kelola SPPG sekaligus menjamin keberlangsungan program MBG agar berjalan optimal.

Baca Juga: Food Destination Mal Ciputra Jakarta Hadir Kembali dengan Desain Modern dan Tenant Pilihan
“Dengan kolaborasi yang solid, kami ingin berperan aktif sebagai mitra strategis sekaligus solusi jangka panjang bagi peningkatan kualitas dapur MBG,” jelas Susanto.

Sementara itu, Dadan Hindayana menyampaikan apresiasi terhadap semangat para chef yang ikut berkontribusi dalam program nasional ini.

Halaman:

Tags

Terkini

Durian Kawuk Raja Tandingi Rasa Musang King

Sabtu, 17 Januari 2026 | 19:25 WIB

Semarak BGCC 2025 di MP Makassar

Minggu, 3 Agustus 2025 | 12:56 WIB