Selanjutnya, kegiatan BIAS juga meliputi kegiatan imunisasi tambahan berupa pemberian satu dosis imunisasi HPV, yang diberikan pada sasaran anak perempuan di kelas 5 dan 6 SD, atau sederajat. Tidak hanya itu, BIAS juga meliputi kegiatan imunisasi tambahan berupa pemberian satu dosiss imunisasi DT untuk sasaran kelas 1 SD sederajat, dan imunisasi Td untuk sasaran semua anak kelas 2 dan 5 SD atau sederajat.
"Masyarakat bisa memanfaatkan itu. Anak-anaknya bisa dikasih tahu untuk bisa mengikuti," ujar Yunita.
Untuk imunisasi dasar lengkap, beber dia, pihaknya mengupayakan percepatan pemenuhan target melalui imunisasi Kejar.
"Tentu ini adalah upaya kita untuk mengedukasi masyarakat, berkaitan dengan imunisasi. Karena sebetulnya ada PD3I. Kalau dia (anak) imunisasi, maka harapannya anak tidak kena penyakit," tuturnya.
Baca Juga: Sosialisasi UU Desa, Gubernur Bengkulu Tekankan Pentingnya BPJS Bagi Masyarakat
Ketua Tim Penggerak PKK Jateng Shinta Nana Sudjana menyampaikan, BIAS adalah kegiatan nasional, meliputi pemberian imunisasi pada anak usia SD/MI sederajat, yang dilaksanakan dua kali dalam setahun, yaitu pada Agustus untuk imunisasi Campak Rubela (MR) dan HPV; serta pada November untuk imunisasi DT dan TD.
"Untuk capaian imunisasi dasar lengkap (IDL) melalui laporan online Aplikasi Sehat Indonesiaku (Asik) dari Januari-Juni 2024 baru mencapai 38,62%, dan baru lima kabupaten/ kota yang sudah mencapai target IDL, yaitu Kabupaten Batang, Kota Semarang, Kota Tegal, Kabupaten Demak, dan Kota Salatiga," tuturnya.
Baca Juga: Partai Golkar Keluarkan Rekomensasi Dukungan Tujuh Calon Bupati di Bengkulu
Untuk kabupaten/ kota yang belum mencapai target, Shinta minta agar melakukan imunisasi kejar dan sweeping. Sedangkan capaian imunisasi pada anak sekolah dasar di Jawa Tengah pada 2023 sudah mencapai target di atas 95%.
Dia menuturkan, imunisasi dapat berjalan dengan baik dan berhasil dengan baik, apabila ada peran dukungan dan fasilitasi dari berbagai pihak, baik dari sektor pemerintah maupun sektor nonpemerintah, LSM, dan mitra kerja.
"Untuk itu, saya minta, kita semua dapat bersinergi guna menyukseskan BIAS dan Imunisasi Kejar, bersinergi dengan BKKBN melalui inovasi Population Clock, yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan masyarakat dan pengambil kebijakan dalam pembangunan berwawasan kependudukan," ujarnya.
Baca Juga: Investor PCI Berencana Investasi di Bengkulu Bagun Pabrik Limbah B3