kesehatan

Viral Penonton F4 Ngaku Datang ke Konser Saat Sakit Campak, Dokter Khawatirkan Risiko Penularan Massal

Kamis, 4 Juni 2026 | 16:50 WIB
Viral cerita penonton konser F4 Jakarta yang mengaku sakit campak. (Threads/theolawp)

 

Jakarta, SUARA PEMBARUAN  – Media sosial diramaikan oleh sebuah unggahan viral dari seorang penonton konser F4 FFOREVER di Jakarta yang mengaku tetap menghadiri acara tersebut meski sedang mengalami campak. Pengakuan itu memicu perdebatan luas di kalangan warganet dan mendapat sorotan dari sejumlah dokter yang mengingatkan bahaya penularan penyakit tersebut.

Utas yang menjadi perhatian publik diunggah melalui akun Threads @theolawp dalam topik bertajuk “gratefulheart”. Dalam unggahannya, pemilik akun mengaku sempat khawatir tidak dapat menyaksikan konser karena tubuhnya dipenuhi ruam merah akibat campak beberapa hari sebelum acara berlangsung.

Namun, ia menyebut kondisinya membaik menjelang hari konser sehingga akhirnya tetap memutuskan hadir dan menyaksikan penampilan grup idolanya secara langsung.

Unggahan tersebut kemudian menuai beragam reaksi. Banyak pengguna media sosial mempertanyakan keputusan untuk menghadiri acara yang dihadiri ribuan orang ketika masih berada dalam masa pemulihan penyakit yang sangat mudah menular.

Sorotan juga datang dari Adam Prabata yang mengingatkan bahwa campak merupakan penyakit dengan tingkat penularan sangat tinggi.

Menurutnya, satu penderita campak berpotensi menularkan virus kepada 12 hingga 18 orang lain di sekitarnya. Ia menjelaskan bahwa masa penularan campak berlangsung sejak empat hari sebelum ruam muncul hingga empat hari setelahnya.

Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam unggahan viral tersebut, dokter Adam menilai ada kemungkinan penderita masih berada dalam periode penularan ketika menghadiri konser.

“Kalau timeline sakitnya memang H-3 sebelum konser, maka kemungkinan saat konser masih berada dalam masa menularkan penyakit,” tulisnya dalam unggahan yang kemudian banyak dibagikan ulang oleh pengguna media sosial.

Kekhawatiran serupa disampaikan Dion Haryadi. Melalui akun media sosialnya, ia menjelaskan bahwa virus campak dapat menyebar melalui udara (airborne), sehingga risiko penularannya jauh lebih tinggi dibandingkan beberapa penyakit menular lainnya.

Menurut Dion, virus dapat bertahan di udara maupun menempel pada berbagai permukaan di sekitar penderita setelah batuk, bersin, atau berbicara.

“Virusnya bisa berada di udara dan menempel pada berbagai benda di sekitar, termasuk kursi, pegangan, hingga pakaian,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa risiko penyebaran akan semakin besar apabila terjadi di ruang tertutup dengan ventilasi yang kurang optimal dan melibatkan kerumunan dalam jumlah besar.

Dalam unggahan yang menjadi viral, pemilik akun sebenarnya mengakui bahwa dirinya mengetahui campak merupakan penyakit yang mudah menular. Ia bahkan sempat pasrah karena mengira tidak dapat menghadiri konser yang telah lama dinantikannya.

Halaman:

Tags

Terkini